Narasi ini merujuk pada pesan yang tertulis pada rudal Iran yang ditujukan ke Uni Emirat Arab (UEA) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk pada Mei 2026. Pesan tersebut berbunyi: “Habibi… saat Amerika pergi, hanya akan ada kau dan aku”.
Pesan tersebut muncul dalam konteks berikut:
- Peringatan Keras IRGC: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan UEA agar berhenti mendukung kehadiran militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
- Ancaman Terhadap Kepentingan UEA: Militer Iran menyatakan bahwa seluruh aset ekonomi dan pangkalan militer di UEA kini berada dalam jangkauan radar mereka dan bisa menjadi target jika UEA dianggap bertindak sebagai “alat” bagi kepentingan luar yang memusuhi Iran.
Situasi ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz dan kegagalan kesepakatan damai jangka panjang setelah gencatan senjata sementara pada April 2026.
Pesan “hanya kau dan aku” tersebut dipandang oleh para analis sebagai bentuk perang psikologis untuk mengingatkan negara-negara tetangga di Teluk bahwa perlindungan militer AS bersifat sementara, sedangkan mereka akan selalu bertetangga secara geografis dengan Iran.







UEA negeri anjing, binasakan ajalah.