Pakistan telah membuka 6 rute darat untuk memfasilitasi pengiriman barang ke Iran di tengah blokade Angkatan Laut AS ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ท

๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ทPakistan telah mengoperasikan enam rute darat mulai 25 April 2026 untuk memfasilitasi pengiriman barang ke Iran.

Kebijakan ini diambil melalui “Transit of Goods through Territory of Pakistan Order 2026” guna mengatasi krisis kargo akibat blokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Lebih dari 3.000 kontainer sudah bergerak melalui jalur-jalur ini.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ทIran kini dapat terhubung langsung melalui jalur darat ke Rusia dan Tiongkok, dan AS tidak dapat menghentikannya.

Rute Transit Darat yang Dibuka

Rute-rute ini menghubungkan pelabuhan utama di Pakistan (Karachi, Port Qasim, dan Gwadar) dengan titik perbatasan Iran di Taftan dan Gabd:

  1. Gwadar ke Gabd: Rute terpendek yang diklaim dapat memangkas waktu transit hingga 87%.
  2. Karachi/Port Qasim โ€“ Lyari โ€“ Ormara โ€“ Pasni โ€“ Gabd.
  3. Karachi/Port Qasim โ€“ Khuzdar โ€“ Dalbandin โ€“ Taftan.
  4. Gwadar โ€“ Turbat โ€“ Hoshab โ€“ Panjgur โ€“ Nagg โ€“ Besima โ€“ Khuzdar โ€“ Quetta/Lakpass โ€“ Dalbandin โ€“ Nokundi โ€“ Taftan.
  5. Gwadar โ€“ Liari โ€“ Khuzdar โ€“ Quetta/Lakpass โ€“ Dalbandin โ€“ Nokundi โ€“ Taftan.
  6. Karachi/Port Qasim โ€“ Gwadar โ€“ Gabd.

Dampak dan Signifikansi Strategis

  • Penyelamat Perdagangan: Langkah ini menjadi jalur alternatif utama bagi Iran untuk mengimpor barang dari negara ketiga (seperti Rusia dan China) tanpa bergantung pada jalur laut yang diblokade.
  • Posisi Pakistan: Islamabad melakukan manuver diplomatik yang kompleks; di satu sisi menjadi mediator pembicaraan damai AS-Iran, namun di sisi lain menyediakan “pintu belakang” legal bagi Iran untuk menghindari tekanan ekonomi AS.
  • Keamanan: Pengiriman barang melalui rute-rute di provinsi Balochistan ini dilaporkan mendapat pengawalan ketat dari militer Pakistan guna memastikan kelancaran logistik.

Sumber: India Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar