Video Viral Siswa Satu Kelas Temukan Menu MBG Diduga Busuk di Sumenep, Koordinator SPPG Minta Maaf dan Sebar Nomor untuk Laporan
Video yang merekam para siswa dan wali murid mengeluhkan menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga busuk beredar di media sosial di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026).
Dalam video berdurasi sekitar 14 detik itu, para siswa Raudhatul Atfal (RA), setingkat taman kanak-kanak (TK), tampak didampingi ibu masing-masing saat menerima menu MBG.
Kemudian, setelah menu MBG diterima, para orang tua memeriksa makanan yang dibagikan kepada anak-anak.
Setelah dicium dan diamati, mereka menyebut menu itu tidak layak dikonsumsi karena berbau tidak sedap dan dikhawatirkan sudah basi.
[VIDEO]
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, peristiwa itu terjadi pada Senin (2/2/2026), di salah satu RA, setingkat taman kanak-kanak (TK), di Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura.
Unggahan video di media sosial itu mendapat beragam respons dari warganet.
Banyak di antara mereka mempertanyakan kualitas makanan serta pengawasan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis, terutama karena sasarannya adalah anak-anak usia dini.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sumenep, M Kholilur Rahman, membenarkan adanya kejadian itu.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, wali murid dan masyarakat atas peristiwa yang terjadi.
“Iya kak, kami meminta maaf atas apa yang terjadi,” kata Kholilur Rahman kepada Kompas.com di Sumenep.
Kholilur menjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti kejadian itu dengan melakukan koordinasi internal.
Evaluasi telah dilakukan untuk mengetahui penyebab menu MBG yang disebut tidak layak konsumsi serta untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kemarin sudah kami hubungi pihak SPPG untuk dilakukan evaluasi,” tambahnya.
Kholilur juga menyebut, pengawasan akan diperketat, khususnya pada penyaluran MBG untuk lembaga pendidikan anak usia dini.
Pihaknya mengimbau masyarakat dan pihak sekolah agar segera melapor, apabila menemukan menu MBG yang bermasalah.
Pelaporan, kata Kholilur, penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Jika terdapat kejadian yang serupa, diharap kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pelaporan pada call center 127,” jelas Kholilur.
Sumber: KOMPAS







Komentar