MEMULIAKAN SULTHAN ALLAH
✍️Ustadz Muhammad Abduh Negara
Diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَكْرَمَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الدُّنْيَا أَكْرَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الدُّنْيَا أَهَانَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Siapa saja yang memuliakan sulthan Allah di dunia, Allah akan memuliakannya pada hari kiamat, dan siapa saja yang merendahkan sulthan Allah di dunia, Allah akan merendahkannya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, dan bagian terakhir diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah)
Keterangan:
1. Hadits ini didhaifkan oleh sekian ulama, dan dianggap hasan oleh sebagian yang lain.
2. Imam as-Suyuthi dalam “Qut al-Mughtadzi”, mengutip Ibn al-Khazin, menyatakan:
المراد منه أنَّ الله نصب السلطان ليُنَفِّذ أوامره، فإذا أكرمه الإنسان أكرم من نصبه، فيكرمه الله وبالعكس. وإهانته ترك أوامره في الطاعات، وإكرامه المسارعة إلى أمره في طاعة الله.
Artinya: “Yang dimaksud Hadits ini adalah, bahwa Allah-lah yang menugaskan sulthan untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya. Ketika seseorang memuliakannya, berarti dia memuliakan Allah yang menugaskannya, sehingga Allah akan memuliakannya juga, demikian pula sebaliknya. Merendahkan sulthan adalah dengan meninggalkan perintahnya dalam ketaatan, dan memuliakannya adalah dengan bersegera melaksanakan perintahnya dalam ketaatan kepada Allah.”
3. Tim fatwa Islamweb menyatakan, “Mungkin juga, yang dimaksud dengan sulthan Allah itu adalah hujjah dan burhan-Nya, karena sulthan secara bahasa bermakna hujjah dan burhan (dalil), sebagaimana firman Allah ta’ala:
وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Artinya: “Pada Musa, ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa sulthan mubin (hujjah yang nyata).” (QS. Adz-Dzariyat: 38)
Hal ini juga dikuatkan oleh Hadits dhaif riwayat ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, yang menyatakan bahwa sulthan Allah adalah Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”
4. Ringkasnya, Hadits ini, jika diterima sebagai hujjah (meskipun didhaifkan oleh sekian ulama), makna sulthan Allah di sini adalah Kitabullah dan Sunnah Nabi, atau para penguasa yang melaksanakan perintah dan larangan Allah ta’ala.
*NB: HATI-HATI DENGAN PARA PENJILAT PENGUASA DENGAN BERKEDOK “SUNNAH’ ATAU “SALAFI”.







dia lagi usaha satu twitt Rp.5000 😂😂😂
Baru blajar hadits dr terjemahan, sudah sok2an berlagak ulama paling bener …