Makkah Resmi Akan Segera Miliki Bandara Sendiri, Siap Melayani Jutaan Jemaah

Pemerintah Arab Saudi baru saja secara resmi menyetujui rencana pembangunan Bandara Internasional Makkah pada awal April 2026. Ini merupakan langkah bersejarah karena sebelumnya Makkah tidak memiliki bandara sendiri untuk menjaga kesucian kota dan alasan keamanan.

Tujuan Strategis: Bagian dari Saudi Vision 2030 untuk mempermudah akses jutaan jemaah Haji dan Umrah serta mengurangi kepadatan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Kapasitas & Fasilitas: Bandara ini dirancang sebagai fasilitas kelas dunia yang mampu melayani jutaan jemaah per tahun.

Konektivitas: Proyek ini akan didukung oleh sistem metro terintegrasi dan program “Smart Makkah” untuk pengelolaan kerumunan yang lebih efisien menuju Masjidil Haram.

Lokasi: Selama ini, akses udara utama menuju Makkah dilayani melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, yang berjarak sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan darat. Kehadiran bandara baru ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan.

Pembangunan ini melibatkan sektor swasta dan diawasi oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci (RCMC).

Rencana pembangunan bandara dan sistem metro di Makkah kini mulai memasuki tahap realisasi. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan besar-besaran sektor transportasi dan infrastruktur kota untuk mendukung mobilitas jutaan jemaah setiap tahunnya.

CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan dalam wawancara dengan Harvard Business Review bahwa persetujuan untuk arah investasi strategis dan ekonomi telah diperoleh. Pengembangan Bandara Makkah ditargetkan memenuhi standar global serta mampu melayani lonjakan jumlah pengunjung dari berbagai negara.

Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan sektor swasta untuk menciptakan model investasi yang optimal tanpa mengganggu operasional bandara di kota sekitar. Studi kelayakan serta desain awal untuk sistem Metro Makkah pun telah rampung, menandakan kesiapan proyek memasuki tahap pembangunan berikutnya.

Source: Gulf News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Bukankah ada larangan terbang diatas Ka’bah? bila terlalu dekat ada kemungkinan kesulitan pengaturan flight rute nya. Untuk yg umroh, jadinya miqat di pesawat jadi pake ihrom, wudlu dan sholat sunnahnya di pesawat, rasanya kurang afdol saja sih…

  2. brarti ntar harus ad jaminan pilot, copilot, flight attendant ialah muslim.. coz non muslim tidak diperkenankan memasuki wilayah suci Mekkah.. y kan teman..