Kasus Kylian Mbappé dan China bermula dari kontroversi ketika bintang sepak bola Real Madrid tersebut tidak sengaja menyebut pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, sebagai seorang “diktator” dalam sebuah wawancara. Kejadian ini memicu boikot massal dari merek-merek besar Tiongkok, penghentian siaran langsung sepak bola, serta kecaman resmi dari pemerintah China.
Berikut adalah rincian kronologi, penyebab, dan dampak dari kasus tersebut:
1. Awal Mula Kontroversi (Meme “The Dictator”)
Di kalangan penggemar sepak bola Eropa, Mbappé sering kali dijuluki secara bercanda sebagai “The Dictator” (Sang Diktator) karena pengaruhnya yang sangat besar di dalam ruang ganti dan kontrol atas keputusan klub tempat ia bermain.
Kontroversi mencuat ketika potongan video wawancara Mbappé beredar di media sosial. Saat ditanya mengenai meme internet terlucu tentang dirinya, Mbappé menjawab bahwa ia paling menyukai video buatan seseorang yang mengedit fotonya lalu menempelkannya ke tubuh seseorang yang ia sebut sebagai “diktator China”. Tokoh yang dimaksud dalam meme tersebut adalah Mao Zedong mengenakan pakaian setelan biru khasnya.
2. Mengapa China Sangat Marah?
Mao Zedong adalah pendiri Republik Rakyat China pada tahun 1949. Di China, figur Mao dipandang sebagai ikon nasional yang warisannya tidak boleh diganggu gugat atau dijadikan bahan lelucon. Membuat lelucon, meme, atau melabeli Mao secara negatif dianggap sebagai hal tabu yang serius dan dinilai telah “melukai perasaan seluruh masyarakat China”.
3. Dampak Ekonomi dan Boikot Massal
Reaksi keras dari publik dan pemerintah China langsung terjadi secara cepat:
- Pemutusan Kontrak Sponsor: Setidaknya tiga perusahaan raksasa Tiongkok, yaitu perusahaan susu Mengniu Dairy, produsen minuman energi Dongpeng Beverage, dan perusahaan keju Shanghai Milkground, langsung memutuskan semua kerja sama dengan Mbappé.
- Boikot Siaran Televisi: Konglomerat media negara China (China Media Group/CCTV) langsung menghentikan penayangan siaran pertandingan La Liga (Liga Spanyol) serta pertandingan apa pun yang melibatkan Mbappé dan Real Madrid. Mereka juga menurunkan seluruh iklan yang menampilkan wajah sang pemain.
- Kecaman Pemerintah: Kementerian Luar Negeri China merilis pernyataan yang menegaskan bahwa tindakan atau perkataan apa pun yang melukai sentimen nasional akan menghadapi penolakan keras dari seluruh lapisan masyarakat Tiongkok.
4. Permintaan Maaf Mbappé
Sadar akan besarnya dampak boikot tersebut terhadap nilai komersialnya, Mbappé segera merilis pernyataan maaf resmi yang ditujukan kepada masyarakat China.
“Komentar saya sangat tidak bijaksana, dan sekarang saya memahami bahwa hal itu telah melukai banyak orang di China serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap masyarakat China serta sejarah mereka, dan saya dengan tulus meminta maaf.”
Meskipun Mbappé telah meminta maaf secara terbuka dan beberapa sponsor globalnya (seperti merek sepatu Swiss, On Holding) mencoba meredakan situasi, respons di media sosial China (seperti Weibo) tetap terbelah; sebagian netizen menolak memaafkannya, sementara stasiun TV negara menyatakan akan memantau tindakan nyata Mbappé ke depannya.








Gak bisa menerima fakta kah, berapa juta orang mati karena kebijakan orang ini?