
Craig Gerard Mokhiber, mantan pejabat hak asasi manusia PBB di Amerika dan spesialis hukum, kebijakan, dan metodologi hak asasi manusia internasional, di akun X:
“Hari ini rezim Israel secara ilegal memasuki dan menghancurkan kompleks PBB di Yerusalem Timur yang diduduki. Ini adalah rezim yang sama yang telah membunuh ratusan orang Staf PBB.
Sementara itu, perwakilan rezim tersebut bebas berkeliaran di sekitar Markas Besar PBB di New York.
PBB, berhentilah berlutut. Usir rezim apartheid Israel yang melakukan genosida dari PBB sekarang juga.”
[VIDEO]
Detil Persitiwa:
Pasukan Israel mengerahkan sejumlah buldoser untuk menghancurkan bangunan di markas besar UNRWA, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina, yang ada di Yerusalem Timur pada Selasa (20 Januari 2026). UNRWA menyebut langkah itu sebagai “serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya”.
Juru bicara UNRWA, Jonathan Fowler, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (20/1/2026), mengatakan bahwa pasukan Israel “menyerbu” kompleks tersebut pada Selasa (20/1) pagi, tak lama setelah pukul 07.00 waktu setempat.
Pasukan Israel itu, sebut Fowler, mengusir para penjaga keamanan dari kompleks tersebut, sebelum sejumlah buldoser datang dan mulai menghancurkan bangunan-bangunan di kompleks tersebut.
“Ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap UNRWA dan bangunannya. Dan hal ini juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak istimewa serta kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Fowler.
Sejumlah foto yang dipublikasikan AFP menunjukkan beberapa alat berat merobohkan bangunan-bangunan di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur, dengan bendera Israel berkibar di atasnya.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengunjungi lokasi tersebut selama pembongkaran.
“Ini adalah hari bersejarah, hari perayaan, dan hari yang sangat penting bagi pemerintahan (Israel) di Yerusalem,” kata Ben Gvir.
“Selama bertahun-tahun, para pendukung terorisme ini berada di sini, dan hari ini mereka disingkirkan dari sini bersama dengan semuanya yang telah mereka bangun di tempat ini. Inilah yang akan terjadi pada setiap pendukung terorisme,” ujarnya.







Komentar