1. Dengan nada sinis Kapolda Jateng saat memberikan keterangan pers bersama Wakil Gubernur Jateng terkait penggeledahan Pesantran Hamalatul Quran mengatakan (kurang lebih) ada wanita ‘bercadar’. Pertanyaannya adalah memang kenapa dengan wanita bercadar? Padahal Islam tidak mempermasalahkan wanita bercadar,
2. Ada sajam yang disita berupa busur, anak panah dan papan bidik. Pertanyaannya adalah kenapa itu dipermasalahkan dan menjadi barang yang seolah-olah ‘menakutkan?’ Bukankah itu alat olah raga sunnah? Bahkan ada cabang olah raga yang dilombakan di PON yakni cabang memanah? Terus salahnya apa mempunyai alat-alat itu?
Alibi kepolisian di atas jika bukan terlalu over acting maka jelas islamphobia. Menarasikan ‘sinis’ tentang cadar. Cadar dianggap pakaian yang identik dengan kekerasan dan yang memakainya dekat dengan teror. Sungguh keterlaluan.
Memang tidak ada cara lain yang sesuai prosedur dan beradab?








ITULAH KALAU HARGA MATINYA NKRI…. MATINE MATI SANGIT….
YANG TERIAK-TERIAK AKU PANCASILA, AKU INDONESIA, NKRI HARGA MATI… ITU ORANG-ORANG YANG TERBUKTI BUSUK… FVCK KONOHA
Kalo cuma ditemukan pisau dapur kali mau dijadikan alasan jg ada sajam disimpan di rumah …
pasantrennya bukan milik nganuswajasufi makanya tdk dibela oleh wagubnya yg dari gerombolan nganuswajasufi, krn nu ugomo ora nu neroko.
wagubnya dari gerombolan nganuswajasufi, pasantrennya bukan punya nganuswaja , jadigak dibela, krn nu itu ugomo ora nu neroko.
sampe solder, kabel ties jadi barbuk .
cuma satu kata.
lawan
Kapolda Kafir bareng WAGuB OON…cocok….jadi penjilat JOKODOK…
batak kafir tu…
bad cop
Kapolda bangke….Mana nih perintah dari ulama lurus. Kelamaan. Jelas2 melecehkan muslimah. menghina islam.
cie cie cie .. portal yg katanya islam isi nya adu domba terus
Kapolda dan wagub sama sama jelmaan IBLIS