ISLAMOPHOBIA

1. Dengan nada sinis Kapolda Jateng saat memberikan keterangan pers bersama Wakil Gubernur Jateng terkait penggeledahan Pesantran Hamalatul Quran mengatakan (kurang lebih) ada wanita ‘bercadar’. Pertanyaannya adalah memang kenapa dengan wanita bercadar? Padahal Islam tidak mempermasalahkan wanita bercadar,

2. Ada sajam yang disita berupa busur, anak panah dan papan bidik. Pertanyaannya adalah kenapa itu dipermasalahkan dan menjadi barang yang seolah-olah ‘menakutkan?’ Bukankah itu alat olah raga sunnah? Bahkan ada cabang olah raga yang dilombakan di PON yakni cabang memanah? Terus salahnya apa mempunyai alat-alat itu?

Alibi kepolisian di atas jika bukan terlalu over acting maka jelas islamphobia. Menarasikan ‘sinis’ tentang cadar. Cadar dianggap pakaian yang identik dengan kekerasan dan yang memakainya dekat dengan teror. Sungguh keterlaluan.

Memang tidak ada cara lain yang sesuai prosedur dan beradab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. pasantrennya bukan milik nganuswajasufi makanya tdk dibela oleh wagubnya yg dari gerombolan nganuswajasufi, krn nu ugomo ora nu neroko.