⭕️Jurnalis ternama AS Tucker Carlson di X baru saja memposting:
Di bawah tekanan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pemerintahan Trump mungkin hanya tinggal beberapa hari lagi untuk melancarkan serangan nuklir terhadap Iran. Targetnya adalah Gunung Pickax di Iran bagian tengah, tempat intelijen Israel mengklaim bahwa pemerintah Iran telah memulai kembali program pengayaan nuklirnya. Tidak ada senjata konvensional dalam persenjataan Amerika yang mampu menembus 300 kaki (sekitar 91 meter) batu granit padat untuk menghancurkan terowongan tempat kegiatan pengayaan tersebut diduga berlangsung. Satu-satunya opsi militer yang tersedia adalah serangan nuklir. Netanyahu terus mendesak agar opsi ini diambil. “Bibi (Netanyahu) menelepon Trump setiap hari untuk membahas hal ini,” ujar seorang pengamat yang mengetahui situasi tersebut.
Netanyahu kini terpojok dan putus asa. Setelah hasil pemilihan umum pekan lalu, ia tidak dapat membentuk pemerintahan kecuali jika Trump melakukan intervensi langsung dalam politik Israel dan menengahi kesepakatan dengan partai-partai lain yang dapat memberikan Netanyahu 61 kursi di Knesset. Jika tidak, ia akan kehilangan jabatannya sebagai perdana menteri dan menghadapi kehinaan, berbagai penyelidikan, bahkan kemungkinan hukuman penjara. Netanyahu harus tetap dekat dengan Trump. Ia membutuhkan perang ini.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia telah memberikan tekanan maksimal kepada sekutu-sekutu terdekatnya di dalam pemerintahan AS, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan komandan CENTCOM Brad Cooper. Keduanya menentang penyelesaian melalui negosiasi atas perang yang telah mereka kelola dengan sangat buruk; keduanya justru mendesak dimulainya kembali operasi tempur skala besar. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Direktur CIA John Ratcliffe juga mengikuti langkah Netanyahu.
Sekutu-sekutu lama Amerika lainnya di Timur Tengah merasa sangat cemas dengan kemungkinan terjadinya perang lebih lanjut. Pada tanggal 27 September, Netanyahu terbang secara diam-diam ke Abu Dhabi untuk mengajak Uni Emirat Arab (UEA) bergabung dalam upaya melobi serangan pamungkas terhadap Iran. Pihak UEA menolak. Setelah delapan bulan konflik, perekonomian negara-negara Teluk berada di ambang kehancuran. Begitu pula dengan pasar energi dan pupuk global. Kondisi ini tidak akan pulih dalam waktu dekat. Secara global, terdapat sekitar 850 kapal tanker raksasa yang digunakan untuk mengangkut minyak dari negara produsen ke seluruh dunia. Pada bulan Oktober saja, 11 di antaranya mengalami kerusakan parah di Selat Hormuz. Dengan laju seperti ini, depresi global akan segera terjadi. Serangan nuklir akan mempercepat kehancuran tersebut secara drastis. Dampak radioaktif dari ledakan di permukaan tanah di Gunung Pickax akan mencemari Teluk Persia, meracuni pasokan air bagi 100 juta orang.
Itu hanyalah sebagian dari konsekuensi langsung bagi kawasan tersebut. Bagian dunia lainnya pun menghadapi risiko yang sama besarnya. Tidak ada negara selain Amerika Serikat yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam perang. Meski begitu, ada pihak-pihak yang mungkin ingin melakukannya. Serangan nuklir Amerika terhadap Iran akan menciptakan preseden baru. Pihak Rusia bahkan telah menyampaikan kepada setidaknya dua pemerintahan lain bahwa serangan nuklir Amerika terhadap Iran akan memberi mereka keleluasaan untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Ukraina. Pakistan dan India mungkin akan tergoda untuk melakukan hal serupa satu sama lain, begitu pula Korea Utara terhadap Seoul. Setelah serangan nuklir pertama terjadi, Perang Dunia Ketiga tidak dapat dihindarkan. Perang tersebut akan berlangsung singkat dan menjadi akhir dari segalanya.
Selama berbulan-bulan, kita seolah berjalan dalam keadaan tidak sadar menuju momen ini. Sejak Februari, pemerintah telah diam-diam mengubah doktrin nuklir Amerika, yang membuat penggunaan pertama apa yang disebut sebagai “senjata nuklir medan tempur” menjadi lebih mudah—dan dengan demikian, lebih mungkin terjadi. Di Washington, tidak ada pihak dari kubu mana pun yang tampak merasa terganggu oleh hal ini. Kini, kita berada di ambang kehancuran tersebut.
Para pengamat dekat mengatakan bahwa Trump kemungkinan akan memutuskan apakah akan menggunakan senjata nuklir atau tidak pada akhir pekan depan—tepatnya tanggal 7 November, enam hari dari sekarang. Patut diakui, ia kini tengah ragu. Saat ini, Trump mendengarkan wakil presidennya, JD Vance, serta utusan sekaligus sahabatnya, Steve Witkoff; keduanya berpendapat bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin dicapai.
Mereka benar, meskipun prosesnya tidak akan mudah. Bernegosiasi dengan pihak Iran memang dikenal sangat sulit dalam situasi apa pun, terlebih lagi karena beberapa elemen dalam pemerintahan tersebut telah menjadi lebih radikal sejak Ayatollah Ali Khamenei beserta keluarganya tewas pada bulan Februari lalu. Setelah berdekade-dekade hidup dalam isolasi, bahkan para pemimpin Iran yang tergolong moderat pun tampak bingung memahami bagaimana keputusan diambil di Barat. Namun secara keseluruhan, mereka yang pernah berbicara dengan para pengambil keputusan di Iran menyatakan adanya konsensus di sana bahwa perang lebih lanjut akan merugikan semua pihak, dan kesepakatan adalah langkah yang layak untuk ditempuh.
Salah satu kelompok yang sejauh ini belum dimintai pendapatnya adalah penduduk dunia — ratusan juta orang yang akan tewas, bersama dengan anak-anak mereka, jika Trump didorong oleh Netanyahu untuk melancarkan serangan nuklir minggu depan. Kini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk bersuara.








jgn dikira dunia ini bisa di kontrol amerika dgn nuklir…beda thn 45 saat itu cm amerika yg punya nuklir….jika amerika memulai di iran…tatanan dunia segera berubah….perang nuklir tidak bisa terhindarkan….amerika sendiri akan kiamat dihantam dari dalm dan luar…..
sinyalnya aga’ bahaya sih ini..
tp qt liat kmn arahnya ntar..
berlebihan, ngga mkn, Trump, berani pakai bom Nuklir, sangat besar resikonya. mkn, mother bomb… makanya Fakta Mekah, datangi Iran, teria kesepakatan damai AS, atau rezim Iran lenyap.
Sejarah akan mencatat dan dunia akan mengingat bahwa Khalid Bin Salman, pergi ke Iran demi menyelamatkan rakyat Iran…
Masalahnya bukan kesombongan, kesombongan hanya milik Allah semata, tetapi masalahnya adalah masalah nuklir dan bukan masalah drone kertas atau rudal rongsokan..
Pesan Terakhir for Iran.
“Sebelum negara kalian Hancur, Stop bermain api”
Arab Saudi menolak #normalisasi.
Pihak Israel merasa Arab Saudi menghina mereka.
Dan pihak Iran menyebut Arab Saudi sebagai negara yang paling memusuhi Israel.
Namun, tiba-tiba muncul seseorang yang bodoh—seseorang yang membenci #ArabSaudi tanpa alasan—dan menuduhnya bekerja sama dengan Israel!!
Makhluk macam apa kalian ini?
===
ARAB SAUDI, #PAKISTAN, & #TURKI LEBIH ANTI #ZIONIS dibandingkan BANYAK SEKUTU #IRAN — Pejabat senior #IRGC, Mohsen Rezaei.
Mengutip peringatan dari PEJABAT SENIOR bahwa Israel mungkin akan menargetkan mereka SELANJUTNYA, setelah Iran.
Menyatakan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan PENILAIAN #INTELIJEN mengenai AMBISI REGIONAL #Israel.
Lihat videonya, yg bicara Pejabat senior #IRGC, Mohsen Rezaei
https://www.facebook.com/share/v/1EGnUMgnzW/
MENCINTAI & MEMBENCI WAJIB KARENA ALLAH (SESUAI SYARIAT ISLAM)..
MEMBELA MEMBABI BUTA REZIM PENGUASA YANG BERDIRI BERSAMA KAFIR HARBI FI’LAN, MUSLIM MACAM APA DISEBUTNYA?..
BUKANKAH HARAM HUKUMNYA MENJAMINKAN KEAMANAN KEPADA KAFIR HARBI FI’LAN AMERIKA SI TRUMP+SI SETANYAHU DUO ZIONIS LAKNATULLAH ALAIHIM?..
SAAT SUDAH TERDESAK PANGKALAN² AMERIKA PD HANCUR, MBS BARU KELIMPUNGAN..
MENOLAK TAWARAN SERANGAN SI SETANYAHU KE IRAN SUDAH SEHARUSNYA & JGN SETENGAH², BIAR TDK TERMASUK MUSLIM YG MUNAFIK!!!
SDH SHARUSNYA SEGERA SADAR & BERSATU BERSAMA DUNIA MUSLIM UTK MNYONGSONG KEMULIAAN ISLAM & KAUM MUSLIMIN!!!
JGN SAMPE MENGUNJUNGI IRAN BERDIPLOMASI KARENA TAKUT HANCUR HINGGA TAKUT MATI!!!
SHRUSNYA SGERA MERUBAH PARADIGMA: BHW MUSUH BERSAMA ITU ADALAH KAFIR HARBI FI’LAN LAKNATULLAAH ALAIHIM!!! ☝️☝️☝️
saking liciknya Arab 🐫 Saudi yang mana membuat islam seolah harus memuja dinasti Saud dan Muhammad Abdul wahhab sampai masalah sepakbola pun timnas Indonesia gagal lolos ke piala 🏆 dunia 🌐 2026 suap Erick Thohir mentang2 jadi sponsor pildun 2026 aramco bersama Qatar airways, bahkan piala 🏆 Asia pun diadakan di Arab Saudi 2027 di tengah saat keadaan perang rudal. Pindah host.
Al Jazeera,,, Syiah
Tucker Carlson,,, Syiah
The Spectator Index,,, Syiah
😂😂
Siapa pun yang mengira bahwa pertemuan Teheran merupakan tanda kelemahan, dia keliru besar.
Menteri Pertahanan Pangeran👑 Khalid Bin Salman 🇸🇦 tidak pergi ke Teheran untuk meminta perlindungan, melainkan untuk menyampaikan pesan tegas kepada rezim para mulah Syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 Iran 🇮🇷: Hentikan kenakalan kalian, hentikan serangan Syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 Houthi, di Yemen 🇾🇪 jika tidak, maka Perjanjian Mekkah untuk Pertahanan Bersama siap bergerak.
Pertemuan ini bukan konsesi, melainkan peringatan terakhir.
Arab Saudi bernegosiasi dari posisi kekuatan, didukung oleh aliansi militer regional, bukan dari posisi kebutuhan.
Siapa pun yang menolak kesempatan terakhir ini akan menanggung sendiri konsekuensi eskalasi.
Buat sakte Syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 negeri Konoha yang mendukung Syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 Iran 🇮🇷 sakte Syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 jangan menyebarkan Hoax berita Dusta Bahwa Arab Saudi meminta Damai” Dengan syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 Iran 🇮🇷🤣🤣🤣 ” Kalau kamu nggak tahu informasi yang sebenarnya jangan Sok Jadi pengamat Gadungan
Analisis yang menyederhakan bahwa Aliansi Mekah pergi ke Iran untuk mengemis adalah pandangan yang sempit dan kurang memahami, bahkan dalam prinsip-prinsip dasar politik yang matang.
Sebagian analis, penulis, dan selebriti hanya berceloteh asal berbunyi, hanya untuk membuktikan bahwa mereka memiliki pendapat tentang segala hal.
Aliansi Mekah Tidak Memiliki Kepentingan Dalam Kejatuhan Rezim Iran –> https://saudinesia.id/review/aliansi-mekah-tidak-memiliki-kepentingan-dalam-kejatuhan-rezim-iran/
Para pendukung syiah bahagia dengan statement mereka yang kuno, yaitu : yang datang itu yang butuh !.
Padahal tidak demikian ! Tidak semua yang datang kerumah orang butuh kpd penghuni rumah.
Contohnya, delegasi saudi menteri pertahanan datang ke iran tidaklah membawa kebutuhan saudi kepada iran syiah…tetapi membawa pesan tegas, yaitu :
Kesempatan terakhir bagi iran, karena untuk iran syiah waktu mereka tidak lebih dari 96 jam. Jika iran syiah tidak berhenti menyerang negara negara teluk maka iran syiah akan menerima AKIBAT FATAL, YAITU Iran akan akan hilang dari peta dunia, saudi mampu menangkis seluruh serangan rudal rudal iran syiah. Aamiiiin
Sebagaimana dahulu panglima perang KHALID BIN WALID datang menyerang kepersia, untuk menghancurkan mereka, merekapun hancur dan kalah.
Raja Persia Khurmuzan mengatakan kepada Khalid Bin Walid, ketika mencoba menjatuhkan nyali Khalid bin Walid dan pasukannya, Khurmuzan mengatakan “Pasukanmu hanya sedikit”
Kalid bin Walid membalas dengan mengatakan “Pasukan yang besar akan menjadi hina dengan kekalahan, dan pasukan kecil akan menjadi besar dengan kemenangan”
Seketika Raja Persia Hurmuzan dan pasukannya cuit nyali, sehingga merantai semua pasukannya agar tidak lari di medan pertempuran melawan Khalid Bin Wald, walhasil mereka semua bertekuk lutut di hadapan Pasukan Khalid Bin Walid
Sesuai Namanya Pangeran Khalid bin Salman dengan tegas peringatkan syi4h rafidhah Iran
Musuhmu dan musuhku adalah Yahudi, bukan Negara-negara Islam, jangan berani membantu syi4h 𝘙𝘢𝘧𝘪𝘥𝘩𝘢𝘩 houti untuk membrontak ke pemerintah Yaman yang sah, jangan membantu pembrontak di setiap negara Islam untuk membuat kekacauan di negara tersebut jika syiah rafidhah imamiyah tidak akan hilang di peta Dunia
Iran sedang dalam tahap menuju penyerahan tanpa syarat, tetapi mereka ingin uranium yang diperkaya yang mereka miliki diserahkan kepada negara yang memiliki bobot dan pengaruh di Timur Tengah, dan mereka ingin bertemu dengan Saudi untuk mengusulkan hal itu dan menyerahkannya kepada Saudi untuk dijaga, dan setelah keadaan perang berakhir dan perdamaian terjadi serta disetujui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan melanjutkan kembali proyek nuklir damainya (yang mereka bicarakan) mungkin bisa mengambilnya kembali dari Saudi karena Saudi adalah satu-satunya yang jujur dalam perkataannya di dunia.
~Apa yang disajikan di media dalam segala bentuk dan ragamnya.. mengatakan bahwa pertemuan itu adalah pesan kepada Iran agar tidak menguji reaksi anggota aliansi Mekkah jika ia melanggar salah satu anggotanya! .. Saya rasa para mullah Iran tidak akan meminta kehadiran delegasi aliansi Mekkah hanya untuk mendengar itu!
~Jika Iran terus dengan ide mempertahankan uranium yang diperkaya, maka kehancuran akan datang tanpa keraguan.
Kapan konfrontasi… sampai sekarang belum terjadi apa-apa.. Janji yang jelas dari Trump bahwa itu setelah pemilihan sela Kongres Amerika setelah 3 November..
Wah, gonggongan sang pemuja Sa’udi, si Ali Bajri, ternyata sudah keluar 😂😂🤣🤣😝😝
Kedatangan Pangeran “Khalid bin Salman” ke Taheran yg kedua kali, membuat penguasa Taheran (Persia) trauma, membayangkan kedatangan Khalid bin Walid, sahabat Nabi yang dikenal dengan julukan Syaifullah al-Maslul “pedang Allah yang terhunus”. Ia bukan hanya seorang jendral, tetapi simbol kekuatan iman yang dipadukan dengan kecerdasan strategi. Setelah kedatangan pertama diabaikan, hasilnya Pemimpin Tertinggi dan dua tingkat komandan Garda Revolusi tertinggi tewas dalam satu serangan!
Dia berbicara dg kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei… jenderal revolusioner yang arogan, jangan sampai rezim anda lenyap dari muka bumi, jangan sampai, kelak,
kami akan membuat dunia menyatakan, ‘Di sini pernah ada Teheran’,”
Fakta, saat ini, keangkuhan jendral² kancil Iran, yg mengklaim, menguasai lima ibu kota negara² Arab, buyar. Negara² satelit syiah, Suriah, lepas dari genggaman, Hizbullah Lebanon sedang sekarat, Irak, tdk berani buat masalah dg Arab Saudi, Houthi Yaman, tinggal menunggu catatan sejarah masa lalu. Bukan mustahil, salah perhitungan, akan terjadi malapetaka Yugoslavia…
Kekaisaran Sasaniyah Persia merupakan salah satu negara terbesar di dunia, didatangi Khalid bin Walid dari Madinah, spt kedatangan Pangeran “Khalid bin Salman”, dg misi yg sama, pertempuran di Tanah Persia. Kalau mengundang mereka ke Arab Saudi, bukan tipikal “Kekuatan Madinah”.
Jendral Iran, Morteza Ghorbani, orang dekatnya Jendral Qassem Soleimani, pernah mengancam, 2.000 rudal balistik sudah disiapkan untuk ditembakkan ke Arab Saudi. “Semua tinggal tunggu perintah Pimpinan Tertinggi Revolusi, (Ali Khamenei)”…
~Gertakan Iran itu direspon Menteri Dalam Negeri yang juga putra mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Nayef. “Jika Teheran berani tembakkan satu peluru saja, maka kami akan membuat dunia menyatakan, ‘Di sini pernah ada Teheran’,” tegas Muhammad Nayef. Terbukti, junjungannya dan jendral² atasannya, tdk bisa kasih perintah dari neraka…
~Sekarang yg datang Khalid bin Salman… terbayang, Khalid bin Walid… ngeri