Iran mengancam memutus kabel internet bawah laut ke negara-negara Teluk jika mereka terus melindungi militer AS

Ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel telah meningkat menjadi konflik militer terbuka, yang secara langsung mengancam infrastruktur internet bawah laut di kawasan Teluk Persia dan Laut Merah.

Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi tersebut:

  • Pernyataan Ancaman Iran: Komando militer gabungan Iran telah berulang kali memperingatkan akan menyerang infrastruktur “minyak, ekonomi, dan energi” di wilayah Teluk jika fasilitas minyak mereka sendiri (seperti di Pulau Kharg) terus menjadi sasaran serangan. Iran juga menuduh Amerika Serikat menggunakan pelabuhan di Uni Emirat Arab (UEA) untuk melancarkan serangan dan memperingatkan warga untuk mengevakuasi area tersebut karena dianggap sebagai “target sah”.
  • Kelumpuhan Infrastruktur Digital:
    • Proyek Terhenti: Meta (Facebook) terpaksa menghentikan pembangunan segmen kabel bawah laut 2Africa Pearls di Teluk Persia karena kondisi yang tidak aman bagi kapal pemasang kabel.
    • Kegagalan Pemeliharaan: Kapal perbaikan kabel tidak dapat beroperasi di Selat Hormuz dan Laut Merah karena risiko serangan, sehingga kabel yang rusak akibat rudal, ranjau, atau jangkar kapal yang terkena serangan tidak dapat diperbaiki secara real-time.
    • Serangan Pusat Data: Drone Iran dilaporkan telah menghantam pusat data Amazon Web Services (AWS) di UEA dan merusak fasilitas di Bahrain, yang menyebabkan gangguan layanan cloud di wilayah tersebut.
    • Dampak Global: Para ahli memperingatkan bahwa pemutusan kabel serat optik di Selat Hormuz dapat melumpuhkan transaksi keuangan global dan layanan digital secara masif, mengingat kawasan ini merupakan pusat koneksi data penting antara Eropa dan Asia.

Saat ini, operator telekomunikasi sedang berupaya mengalihkan lalu lintas data melalui rute darat (terestrial) atau satelit, meskipun hal ini menyebabkan peningkatan latensi (keterlambatan) yang signifikan pada koneksi internet di Timur Tengah dan sebagian Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *