DAMPAK OPERASI BADAI AL-AQSA DAN PERANG IRAN:
- Tertundanya normalisasi Saudi dengan Israel (dan bolanya kini ada di tangan MBS, mau berdikari atau terus bergantung pada AS).
- Tersandungnya misi ISRAEL melalui ‘proxinya’ (UEA) di kawasan yang ditandai dengan memburuk dan renggangnya hubungan Sudan, Saudi dan Mesir dengan Emirat.
- Israel kini menjadi negara yang dikucilkan di panggung internasional secara umum.
- Kemungkinan terbangunnya aliansi 4 negara besar sunni (Pakistan, Saudi, Turki & Mesir) yang kemungkinan akan diikuti oleh negara-negara sunni lain.
- Terdisintegrasinya NATO dan juga hubungannya dengan AS dan Israel.
- Melonjaknya arus eksodus dari Israel ke negara-negara aman di Eropa dan Amerika.
- Terbukanya kembali front dengan Iran, Hizbullah, Houtsi dll yang mengakibatkan makin meningkatnya kebutuhan IDF terhadap tentara cadangan yang mengancam ambruknya IDF, terlebih lagi jika Gaza dan Tepi Barat + Golan Suriah kembali bergejolak.
- Kembali menguatnya isu UU wajib militer terhadap Yahudi Heredi yang bisa memperparah konflik internal antara kanan dan kiri Yahudi.
- Negara-negara Teluk mulai sadar bahwa AS tidak bisa melindungi mereka dan AS juga mulai melihat bahwa negara-negara teluk jika tak lagi bisa diperas akan semakin ‘tak bermanfaat’.
- Kerugian ekonomi Israel akan bertambah buruk jika perang terus berlangsung.
- Makin menipisnya amunisi sistem pertahanan udara Iron Dome Israel dan THAAD AS yang berbiaya mahal dihadapan rudal dan drone murah Iran dan Hizbullah
- Makin melemahnya hegemoni AS terutama di hadapan Rusia dan China yang sewaktu-waktu bisa menginvasi Taiwan.
- Kesadaran publik AS bahwa perang dengan Iran hanya menguntungkan Netanyahu telah mengakibatkan demonstrasi dan tekanan terhadap kebijakan Trump. Posisi Trump menjadi dilematis, mau lanjut perang atau mundur dengan muka merah.
- Untuk menyelamatkan dirinya dari kasus korupsi, Netanyahu tidak punya pilihan lain kecuali melanjutkan perang, hal yang ditentang juga oleh publik kiri Israel.
- Dan jika negara asing nan haram Israel ini telah benar-benar menjadi beban bagi AS lalu AS memutuskan berhenti melindunginya, maka marhaban untuk kemerdekaan PALESTINA.
Tentu bukan hal yang mudah, tapi logis dan masuk akal jika kita mau berkontribusi, bersuara dan mengarahkan para penguasa kita untuk mengambil langkah-langkah konkrit yang menguntungkan UMAT. Sebab, tak ada peradaban yang selalu berada di puncak kegemilangannya, Allah SWT mempergilirkannya pada siapa yang mau memikulnya.
Wallahu A’lam.
(Taufik M Yusuf Njong)






