Sejak pecah perang, kedutaan besar Iran dari berbagai negara di medsos menjadi favorit karena humor dan guyonannya yang cerdas, trolling yang konyol dan satire.
Kemarin kedubes Iran untuk Ghana mengunggah postingan yang bikin ketawa, saat menanggapi perseteruan antara Trump dengan PM Italia Georgia Meloni gara-gara Trump menghina Paus Leo dengan kasar.

Kedubes Iran itu menulis:
Dear, warga Italia,
Perdana Menteri kalian baru saja membela Paus dan kehilangan sekutu di Washington, yaitu [Trump] sang Commander in Grief (Panglima Kesedihan), pria “powerFOOL’ (paling tolol) di muka bumi.
Kami ingin melamar untuk mengisi kekosongan sekutu tersebut.
Kualifikasi kami: Pengalaman 7.000 tahun peradaban, [orang Italia dan Iran] sama-sama cinta pada puisi, arsitektur, dan makanan yang waktu persiapannya lebih lama daripada daya konsentrasi otaknya Trump.
Satu-satunya perselisihan antara Iran dan Italia hanyalah: siapa yang pertama kali menemukan es krim. Faloodeh lahir lebih dulu. Gelato tampil lebih masyhur. Kita telah berada dalam ‘perang dingin’ terkait hal ini selama 2.000 tahun.
***
KONTEKS
Perselisihan antara Meloni dan Trump yang memuncak pada April 2026 ini dipicu oleh akumulasi ketegangan geopolitik dan singgungan personal yang cukup tajam. Akar masalahnya adalah Meloni memilih untuk jaga jarak. Trump menuduh Meloni “pengecut” karena menolak mengirimkan bantuan militer (seperti kapal pembersih ranjau) untuk bantu AS buka Selat Hormuz. Ketegangan meningkat setelah Italia menolak memberikan izin bagi pesawat pengebom AS untuk mendarat di pangkalan udara utama di Sisilia bulan lalu.
Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, Trump menyebut Meloni “jauh beda dari yang kubayangkan” dan menuduhnya membiarkan AS melakukan semua “pekerjaan kotor” demi kepentingan energi Italia.
Pemerintah Meloni baru-baru ini menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian kerjasama pertahanan dengan Israel. Langkah ini diambil setelah adanya serangan Israel yang mengenai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) asal Italia di Lebanon. Hal ini dianggap Trump sebagai bentuk pengkhianatan terhadap aliansi strategis mereka.
Masalah politik ini kemudian menjadi sangat personal dan sensitif bagi publik Italia ketika Trump menghina Paus Leo. Trump menyebutnya “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk kebijakan luar negerinya” karena sang Paus menyuarakan sikap anti-perang.
Meloni yang memimpin pemerintahan konservatif dengan nilai-nilai Katolik yang kuat, secara terbuka membela Paus dan menyebut pernyataan Trump “tidak dapat diterima” (unacceptable). Trump membalas dengan mengatakan bahwa Meloni-lah yang “tidak dapat diterima” karena dianggap abai terhadap ancaman nuklir Iran.
Kelakuan kasar Trump ini justru menyatukan berbagai faksi politik di Italia. Elly Schlein, yang merupakan lawan politik sengit Meloni dari partai oposisi, justru berdiri membela pemerintahannya. Schlein berpidato dengan berapi-api, “Italia adalah negara yang bebas dan berdaulat. Konstitusi kami sudah jelas! Italia menolak perang. Tidak ada Kepala Negara asing yang berhak menyerang, mengancam, atau merendahkan negara maupun pemerintah kami. Kami [dan Meloni] adalah lawan politik di dalam ruangan ini, namun kami semua adalah warga negara Italia!”
Semua faksi politik sepakat bahwa sebagai negara berdaulat, Italia tidak bisa diintimidasi oleh pemimpin asing, termasuk oleh teman lama yang “nggatheli” kayak ASu.
NB: Faloodeh (atau Paloodeh) adalah makanan penutup tradisional khas Persia (Iran) yang sering dianggap sebagai salah satu bentuk awal dari “es krim” atau sorbet di dunia. Hidangan ini sangat unik karena tekstur dan bahan utamanya yang berbeda dari es krim susu pada umumnya. Elemen paling penting dari Faloodeh adalah Air Mawar. Aroma bunga yang harum memberikan sensasi menyegarkan yang sangat kuat, menjadikannya hidangan favorit saat musim panas di Iran.
Iran mengklaim Faloodeh sudah ada sejak sekitar 400 Sebelum Masehi. Bangsa Persia kuno menemukan cara menyimpan es di tengah gurun menggunakan struktur yang disebut Yakhchal. Mereka mencampur es tersebut dengan madu, buah, dan mi pati untuk menciptakan hidangan dingin. Inilah alasan mengapa orang Iran sering berkelakar bahwa saat leluhur bangsa lain belum mengenal pendingin, mereka sudah menikmati “es krim” di tengah gurun.
Versi paling terkenal adalah Faloodeh Shirazi, yang dianggap sebagai tipe premium dari hidangan “es krim” ini.
(Sc. CNN, Reuters, Kompas, IranianEncylopedia, The Guardian, majalah Italia L’Espresso ).
fb Triwibowo Budi Santoso







kalo bisa kucil kan 2 biang kerok dunia : di Trumpet dan Setan yahu
bravo itali dan spanyol
Gak usah di HIRAUKAN DUO IBLIS PENGACAU DUNIA
SETANYAHOK & TRUMPET