DPR Usul Dua Skema Baru MBG: Transfer Tunai Rp 15.000 per Siswa atau Dikelola Kantin Sekolah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mengusulkan dua skema baru yang dinilai dapat membuat pelaksanaan program lebih tepat sasaran serta meminimalkan potensi kebocoran anggaran.

Skema pertama adalah penyaluran dana MBG sebesar Rp15.000 per hari langsung ke rekening penerima melalui kartu ATM khusus. Dengan sistem ini, orang tua dapat mengelola sendiri dana tersebut untuk menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak di rumah.

Menurut Romy Soekarno, cara ini dinilai lebih efisien karena dana diterima langsung oleh keluarga tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

“Kartu ATM ini berfungsi sebagai ditransfer uangnya setiap hari Rp15.000 ke dalam rekening yang dia terima dan Rp15.000 itu bisa untuk dia masak di rumah, ibunya memasakkan untuk anaknya. Jadi tidak ada kebocoran sama sekali,” ujar Romy yang merupakan cucu proklamator Soekarno ini di podcast Rhenald Kasali, Sabtu (20/6/2026).

Sementara itu, skema kedua mengusulkan agar pengelolaan makanan dilakukan langsung oleh kantin atau dapur sekolah. Sistem ini dianggap lebih sederhana karena proses penyediaan dan distribusi makanan dapat dilakukan di lingkungan sekolah sehingga lebih mudah untuk diawasi.

Dua opsi tersebut masih berupa usulan dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa dan keluarga penerima.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. dikelola kantin sekolah dgn pengawasan komite wali murid. mestinya sejak awal begitu, kalau emg bener udah studi banding ke negara macam Jepang atau Korsel