Bangun dulu, mikir belakangan!

Kota ini indah sekali. Hijau. Ada taksi terbang. Bersih dari polusi–bahkan saat Kalimantan sesak oleh asap, kota ini sama sekali tidak tersentuh, karena punya selimut transparan berbentuk kubah, yang diaktifkan oleh petarung klan Bulan.

Dibangun dengan duit negara 80 triliun lebih, dan teruss menghabiskan uang negara. Ada penduduknya?

Adalah. Per hari ini, 2.000 ASN sudah menetap di sana. Kabar terakhir, mereka bahagia sekali tinggal di sana. Fantastis, bertahun-tahun berlalu, baru segitu saja yang pindah ke sana. Ada pejabat tinggi yang tinggal di sana? Ada, itu si Pak Tua, dia bahagia sekali di sana.

Rumah-rumah Menteri sudah berdiri dengan megahnya. Anggaran bangunnya saja belasan miliar. Gedung-gedung sudah jadi. RS, masjid, istana, dll dsbgnya. Sudah jadi. Ada penghuninya? Adalah. Minimal petugas yang tiap hari potong rumput, bersih-bersih.

Yes! Karena jika tidak dirawat, wah kacau urusan. Bisa jadi hutan ini kota. Berapa biaya perawatannya? Untuk bangunan, dll saja 500 miliar sendiri per tahun. Untuk sumber air bersih, jalan, dll 300 miliar. Itu belum menghitung biaya perawatan bandara IKN, dkk.

Setiap tahun, argo perawatan ini terus meroket. Tahun 2029 boleh jadi sudah tembus 1 Triliun, dan akan teruuus naik. Tambahkan biaya depresiasi bangunan, dll. Aduh, tambah fantastis angka-angkanya. Hanya untuk jadi kota apa? Yang ramai jika ada event? Yang cuma jadi kawasan wisata warlok?

Inilah potret negeri ini.

Bangun dulu, mikir belakangan. Yang penting proyek jalan!

Dan sedihnya, duuh, kalian fans-fans pejabat, kalian selalu baper setiap baca beginia, kan? Kalian tidak dapat apa-apa dari proyek ini. Tapi mereka, elit-elit, kamu bayangkan 80 triliun itu mengocor deras ke kantong siapa? Bahkan influencer-influencer, artis-artis yang diajak jalan-jalan ke IKN saja mereka bahagia dapat bagian, kamu?

Kamu cuma dapat baper. Saat dibahas, eh kamu yang baper, marah-marah, padahal bukan kamu yang tanda tangan proyek ini. Kasihan deh lihat kamu. Tolol sih.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

22 komentar

  1. Woiii kalian gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI, kalian dapat apa membela junjungan sekaligus sesembahan mu itu❓️❓️❓️❓️

    Ngoahahaha…🤣😂😜😝

  2. masih belum move on juga atas kekalahan si mulut jamban di dekai. diksi AHOKER selalu mengulang ulang pengerusakan jalan.

    💢 Tudingan atau keluhan bahwa Anies Baswedan merusak jalan umumnya merujuk pada kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur selama masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, bukan tindakan merusak secara fisik.

    Berikut adalah konteks utama dari kritik-kritik tersebut :
    ✍️ Proyek Sumur Resapan :
    Ini adalah poin kritik yang paling sering muncul. Pada akhir tahun 2021, Ketua DPRD DKI Jakarta saat itu, Prasetyo Edi Marsudi, beserta sejumlah warga mengkritik proyek drainase vertikal (sumur resapan) karena dibangun di badan jalan. Penempatan ini dinilai membuat permukaan jalan menjadi bergelombang, beda ketinggian, bahkan ada penutup sumur yang langsung jebol sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
    👍 Menanggapi keluhan ini, Anies sempat menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menegur dan mengevaluasi kontraktor agar mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

    ✍️ Peralihan Fungsi Jalan untuk PKL :
    Pada akhir 2017, kebijakan menutup Jalan Jatibaru Raya di Tanah Abang untuk memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL) juga menuai protes karena dianggap mengambil hak pengguna jalan umum dan mengubah fungsi jalan arteri.

    ✍️ Jalan Berlubang Akibat Musim Hujan :
    Di beberapa periode seperti awal tahun 2019 dan 2021, Pemprov DKI Jakarta sempat mendapat sorotan tajam dari DPRD dan netizen akibat banyaknya jalan arteri yang berlubang setelah puncak musim hujan dan banjir.
    👍 Pihak Dinas Bina Marga menjelaskan bahwa kerusakan dipicu faktor cuaca dan kendala administratif penunjukan kontraktor perbaikan.

    ✍️ Fokus Pembangunan Trotoar dan Jalur Sepeda :
    Kritik lain datang dari anggota DPRD yang menilai Anies terlalu fokus pada penataan estetika trotoar tengah kota (seperti kawasan Sudirman-Thamrin) dan jalur sepeda, sehingga mengabaikan perawatan jalan rusak di wilayah pinggiran Jakarta.
    👍 Di sisi lain, Anies berargumen bahwa penataan tersebut bertujuan mengubah paradigma kota agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.

    anies dan ahok sudah beberapa kali bertemu dengan kondisi yang happy² aja. tapi ahoker mulutnya lebih jamban dari si pemilik mulut jamban yang sesungguhnya.

  3. ya minimal ada pembangunan , ada yg dibangun, bukan malah ngelubang2in jalan dan bikin monumen bambu aneh berbiaya fantastis, paham drun?

  4. Oalahh le…… le…… apa gak kepengen pinter ??? masalah Monumen bambu udah pernah ada yg jelasin, itu karya seni. jalan dilubangi juga ada yg jelasin, coba deh scroll keatas.

    bersihkan pikiran yg kotor
    bersihkan hati yang kotor
    klo semuanya bersih kamu juga yang menikmati, gak punya musuh, hidup nyaman, tentrem bukan tantrum, matinya bisa husnul khotimah akhirnya bisa masuk syurga. opo luwih seneng mlebu neroko bareng abu gosok 🤣

  5. orang kek gitu gak bisa dibersihin pake air, pake sabun pake pemutih apalagi dinasehatin. bersihin yg jos dibakar dineraka, semua karat bisa rontok

  6. bro….. ane copas dari AI over view dan bukan buzzer nya Anies. ane hanya merespon kebencian yang ga rasional siapapun kalian. silahkan kalau kalian mau maen dran drun kadrun atau apapun yang ingin kalian lekatkan. emang gua pikirin (kata wowo).