Anwar El Ghazi πŸ‡΅πŸ‡ΈπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Anwar El Ghazi telah berulang kali menyuarakan dukungannya untuk Palestina, dengan mengatakan:

β€œSaya tidak akan tunduk kepada siapa pun. Saya membela kebenaran, saya membela keadilan, saya membela Palestina.” πŸ‡΅πŸ‡ΈπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

Dalam dunia sepak bola, di mana para pemain seringkali ditekan untuk tetap diam mengenai isu-isu politik, pendiriannya menonjol dan membawa risiko nyata bagi dirinya sendiri maupun kariernya.

Anwar El Ghazi (lahir 3 Mei 1995) adalah pesepakbola profesional asal Belanda keturunan Maroko yang berposisi sebagai penyerang sayap. Ia pernah membela klub-klub top Eropa seperti Ajax Amsterdam, Aston Villa, PSV Eindhoven, Lille, Mainz 05, dan saat ini bermain untuk klub Liga Bintang Qatar, Al-Sailiya, dengan nomor punggung 27.

Menang Gugatan

Pemain sepak bola Anwar El Ghazi resmi menang gugatan atas mantan klubnya, FSV Mainz 05, setelah pengadilan Jerman menyatakan bahwa pemutusan kontrak sepihak terhadap dirinya adalah ilegal dan tidak sah. Hakim menegaskan bahwa unggahan El Ghazi yang membela Palestina di media sosial merupakan bagian dari hak kebebasan berekspresi.

Berikut adalah rincian penting terkait kemenangan gugatan Anwar El Ghazi:

Kronologi Kasus & Hasil Sidang

  • Penyebab Pemecatan: Mainz memutus kontrak El Ghazi pada November 2023 akibat unggahan Instagramnya yang menyuarakan dukungan bagi warga Gaza, Palestina.
  • Kemenangan Pertama (Juli 2024): Pengadilan Ketenagakerjaan Mainz memenangkan El Ghazi, menyatakan pemecatannya tidak adil, dan memerintahkan klub membayar sisa gajinya.
  • Kemenangan Banding (November 2025): Mainz mengajukan banding, namun Pengadilan Negara Bagian Rheinland-Pfalz resmi menolak banding tersebut dan memperkuat posisi hukum El Ghazi.
  • Keputusan Inkrah (3 April 2026): Pengadilan ketenagakerjaan tertinggi Jerman secara definitif menolak seluruh argumen hukum Mainz dan memulihkan hak-hak finansial sang pemain.

Kompensasi Finansial & Donasi Gaza

Pengadilan mewajibkan Mainz membayar total kompensasi sekitar €1,5 juta hingga €1,7 juta (sekitar Rp26 miliar – Rp29 miliar) untuk rapelan gaji sembilan bulan dan bonus yang tertahan.

Setelah menerima pembayaran penuh, El Ghazi menepati janjinya dengan mendonasikan €500.000 (sekitar Rp8,6 miliar) dari uang tersebut untuk mendanai proyek kemanusiaan bagi anak-anak di Jalur Gaza.

Ia sempat melontarkan pesan satir dengan berterima kasih kepada Mainz karena upaya pembungkaman tersebut justru membuat suaranya untuk Gaza terdengar jauh lebih keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar