Aneh, kan?

Beberapa waktu lalu, ramai sekali pernyataan dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Beliau dengan penuh percaya diri menyebut bahwa dalam 1,5 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintahannya sudah berhasil mengumpulkan investasi sebesar Rp2.430 triliun. Katanya, ini buah manis dari kunjungan ke luar negeri. Banyak yang tepuk tangan, apalagi angka itu benar-benar besar.

Tapi, coba kita lihat sisi lain. Di saat yang hampir bersamaan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa malah bersiap-siap terbang ke Inggris dan China. Tujuannya bukan untuk menampilkan pundi-pundi penuh, melainkan untuk mempromosikan surat utang Indonesia. Ibaratnya, sedang berjualan obligasi ke investor asing karena butuh dana segar.

Aneh, kan? Di satu mulut kita dengar klaim investasi melimpah, di sisi lain malah sibuk cari utang ke luar negeri.

Dan ingat kalau giliran utang belum pernah di klaim sebagai utang presiden 🤌

Tapi giliran kurban pakai duit APBN, di klaim kurban presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Berita yg kanan itu benar dan fakta bhw negara kita sekarang lg tekor, berita yg kiri itu omon2 bau kentut yg keluar dr dubur boti yg sdh doll klepnya, ada suaranya, ada baunya tp nggak ada barangnya …

    1. ada barangnya…ya taik mencret…kan sudah gak ada lagi otot lubang kebanyakan di tusbol… jadi rencana mau kentut tapi ada bonusnya…taik

      boti kalo kentut gak ada suaranya kecuali lobang pantat yang sudah dol di tutup pake uang logam 100… suaranya pun berubah jadi bunyi tulalit..