Abdul Lathief Ketua PCNU Papua Islamkan 300-an Warga Pegunungan Papua

Abdul Latif Yelipele, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, telah membimbing lebih dari 300 warga lokal untuk memeluk agama Islam melalui pendekatan dakwah yang ramah dan sosial.

Kisah perjalanan dakwahnya ini menarik perhatian publik saat ia hadir di sela-sela Muktamar NU ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27–31 Agustus 2026.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kiprah dakwah Abdul Latif Yelipele di tanah kelahirannya:

  • Latar Belakang Pendidikan: Abdul Latif merupakan putra asli Papua. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar (SD) di Wamena, ia merantau ke Jakarta pada tahun 1997 dan sempat menempuh pendidikan di Al Azhar Kebayoran Lama, Jakarta. Setelah puluhan tahun di ibu kota, ia memilih pulang untuk mengabdi.
  • Membangun Infrastruktur Ibadah: Selama menjalankan dakwah di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim, ia telah membangun empat mushala. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat belajar agama dan ruang berkumpul bagi warga sekitar.
  • Jumlah Warga yang Dibimbing: Melalui empat titik dakwah tersebut, Abdul Latif memperkirakan sudah membimbing sekitar 300 orang lebih warga pegunungan Papua untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
  • Pendampingan Berkelanjutan: Proses dakwah tidak berhenti setelah warga masuk Islam. Abdul Latif menekankan pentingnya pembinaan pasca-syahadat, mulai dari mengajarkan ibadah dasar, membaca Al-Qur’an, hingga pendampingan agar ajaran Islam dapat dijalankan secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.

Model dakwah yang diusungnya mengedepankan keteladanan, kepedulian sosial, dan pendekatan budaya yang damai sesuai dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam).

Sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Ya sah sah saja ada misionaris di Islam. itu begian dari dawah. sama seperti agama lain ada misionaris tapi tidak terang-terangan. asal jagan menciderai kebinekaan yg selama ini menjadi modal utama bangsa ini.