Zeynep Sonmez, bintang Wimbledon dengan raket semangka ‘Palestina’ πŸ‰

Petenis nomor satu asal Turki, Zeynep Sonmez (24), menarik perhatian dunia pada Wimbledon 2026 dengan menggunakan peredam getaran (vibration dampener) berbentuk semangka πŸ‰ pada raketnya sebagai bentuk dukungan diam-diam untuk Palestina. Aksi cerdas ini dilakukannya untuk menyiasati larangan panitia turnamen terhadap penggunaan pin atau bros bermotif politik.

Karena dilarang oleh penyelenggara turnamen untuk menampilkan bros solidaritas pro-Palestina pada pakaiannya, Sonmez secara kreatif memasang peredam getaran bertema semangka pada senar raketnya.

πŸ‰Semangka telah menjadi simbol solidaritas dan kebanggaan Palestina di kalangan aktivis setelah Israel menekan pengibaran bendera Palestina. Semangka tidak hanya memiliki warna yang sama dengan bendera Palestina – merah, putih, dan hitam – tetapi buah ini juga merupakan salah satu tanaman paling populer bagi petani di seluruh Palestina.

Berikut adalah poin-poin penting terkait aksi solidaritas dan perjalanan kompetisinya:

  • Siasat Kreatif Melawan Larangan: Sonmez mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa ia awalnya terbiasa memakai pin Palestina. Setelah penyelenggara melarang pin Palestina, ia beralih memakai aksesori peredam getaran senar karena pihak turnamen tidak punya dasar regulasi untuk melarangnya.
  • Sorotan Atas Standar Ganda: Keputusan ini sempat memicu diskusi dengan pihak penyelenggara. Sonmez mempertanyakan mengapa simbol atau bendera Ukraina diizinkan di turnamen, sementara simbol dukungan untuk Palestina dilarang keras.
  • Makna Simbol Semangka: Buah semangka memiliki kombinasi warna yang sama dengan bendera Palestina (merah, hijau, putih, dan hitam). Aksesori ini telah lama menjadi simbol global perlawanan dan ketangguhan masyarakat Palestina saat ruang berekspresi mereka dibatasi.
  • Dukungan Pihak Wimbledon: Meski sempat mendapat kritik dari kelompok pro-Israel, pihak All England Club akhirnya membela hak Sonmez dan menyatakan bahwa peredam getaran tersebut tidak memenuhi batas pelanggaran simbol politik yang dilarang.
  • Hasil di Lapangan: Di luar aksi solidaritasnya, petenis peringkat 51 dunia ini menorehkan perjuangan keras sebelum akhirnya terhenti di babak kedua tunggal putri setelah kalah dari petenis Amerika Serikat, Claire Liu, dengan skor 7-5, 6-3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar