Di tengah polemik ceramah Jusuf Kalla terkait “mati syahid”, dai kondang Ustadz Abdul Somad memberi pesan menyentuh di akun media sosialnya.
Dalam unggahannya pada 14 April 2026, UAS membagikan momen pertemuannya dengan Jusuf Kalla disertai narasi historis tentang peran Bugis-Makassar dalam dakwah Islam di nusantara dan dunia.
Berikut kutipan lengkap yang ditulis UAS:
“Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Bugis-Makasar penghapus tangis
Belanda membuang Syaikh Yusuf al-Makassary
Di Afrika da’wah Islam berseri
Di mana kapal orang-orang Bugis-Makasar bersandar
Di sana da’wah berkibar
Bugis-Makasar berdakwah dengan tiga
Ujung Badik, ujung lidah dan ujung pena
Mereka tak pandai berbasa-basi
Dari Jenderal Yusuf, KH Ali Yafi sampai Habibi
Nenek moyang mereka penakluk samudera
Ancaman-ancaman hanya gerimis saja
Ada yang marah
Karena makar tercium sudah
Layangkan senyum tipis merona
Supaya yang marah makin terpesona.”
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menuai beragam tanggapan.
Sebagian besar menilai pesan tersebut sebagai bentuk dukungan moral UAS kepada Jusuf Kalla yang saat ini ada yang mencoba mengkriminalisasi dengan memotong sepenggal ceramahnya di Masjid Kampus UGM pada bulan Ramadan kemarin.
“Ada pihak yang terus menyulut api dan membingkai negatif seorang tokoh senior bangsa yang hampir separuh hidupnya mengabdi untuk negeri. Di usia hampir 85 tahun, Pak JK justru dikenal sebagai pendamai bagi yang bertikai dan perekat umat serta bangsa.
Sudahi fitnah dan narasi yang merusak. Kalian salah memilih sasaran. Semakin ditekan, semakin banyak tokoh bangsa dan ulama membela beliau tanpa diminta, itu bukti bahwa rekam jejak pengabdian tidak bisa ditutupi.
Negeri ini membutuhkan kesejukan dan persatuan, bukan provokasi,” komen febrian_amanda.
👇👇







ujung2nya emang pinokio sumber masalah, sayangnya yg berkuasa sdh terpapar, meneng ngae mbiarkan sumber gaduh nasional
yah wowo jd pleciden kan juga jasa si nganu om..