Ulama Salaf dan ‘Ghibah’ Kepada Penguasa

Oleh: Ustadz Anshari Taslim

Selama ini sebagian orang dicekoki tidak boleh membicarakan kesalahan penguasa di depan umum, artinya tidak boleh ‘mengghibah’ mereka, sebab itu bukan manhaj salafus shalih. Tapi faktanya banyak salafus shalih yang malah memberi penegasan bahwa pemimpin zalim itu boleh dighibahi dalam arti dibicarakan kesalahannya yang memang telah tampak. Tak ada pengkhususan terhadap mereka dibanding penzalim yang lain.

Diantara mereka yang menegaskan itu antara lain, Hasan Al-Bashri, Ibrahim An-Nakha’iy, Sufyan bin Uyainah, Asad bin Musa. Sebenarnya ada beberapa nama lain tapi saya belum sempat menemukan sumbernya.

Mereka menegaskan membicarakan kesalahan penguasa zalim tidak termasuk ‘ghibah’ yang dilarang.

1. Hasan Al-Bashri

ثَلَاثَةٌ لَا غِيبَةَ لَهُمُ: الْإِمَامُ الْخَائِنُ، وَصَاحِبُ الْهَوَى الَّذِي يَدْعُو إِلَى هَوَاهُ، وَالْفَاسِقُ الْمُعْلِنُ فِسْقَهُ

“Tiga golongan yang tidak ada ghibah buat mereka, pemimpin pengkhianat, pengikut hawa nafsu yang mengajak kepada kebid’ahannya dan orang fasik yang terang-terangan melakukan kefasikan.”

2. Ibrahim An-Nakha’iy

كَانُوا لَا يَعْدُوهُنَّ مِنَ الْغِيبَةِ: الْإِمَامُ الْجَائِرُ، وَالْمُبْتَدِعُ، وَالْفَاسِقُ الْمُجَاهِرُ بِفِسْقِهِ

“Ada tiga yang mereka tidak memasukkannya ke dalam ghibah, pemimpin yang zalim, mubtadi’ dan fasik.”

3. Sufyan bin Uyainah

ثَلَاثَةٌ لَيْسَتْ لَهُمْ غِيبَةٌ: الْإِمَامُ الْجَائِرُ، وَالْفَاسِقُ الْمُعْلِنُ بِفِسْقِهِ، وَالْمُبْتَدِعُ الَّذِي يَدْعُو النَّاسَ إِلَى بِدْعَتِهِ

“Ada tiga yang tak mengapa dighibahi, Pemimpin yang zalim, orang fasik terang-terangan, ahli bid’ah yang mengajak manusia mengikuti bid’ahnya.”

Dan masih banyak lagi pernyataan para Salafus salih.

Selengkapnya baca: https://pesantrenbik.com/manhaj-harakah/ulama-salaf-dan-ghibah-kepada-penguasa/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar