Trump Umumkan “OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN” Terhadap Iran

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan pelaksanaan “operasi ekonomi paling melumpuhkan yang pernah ada” terhadap Iran setelah negosiasi antara kedua negara menemui jalan buntu.

Melalui platform Truth Social, Rabu (19/8/2026), Trump menegaskan bahwa AS meluncurkan perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Langkah drastis ini, yang disebut Trump sebagai “Economic D-Day”, merupakan kelanjutan dari kampanye tekanan bersandi Operation Economic Fury yang telah berlangsung sejak April untuk memutus pendanaan bagi Teheran.

Pernyataan Trump:

Tidak ada seorang pun yang memberikan kesempatan lebih besar kepada Republik Islam Iran untuk mencapai kesepakatan selain saya. SANGAT DISAYANGKAN bagi mereka, mereka gagal memanfaatkannya. Oleh karena itu, hari ini, saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANA PUN! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Angkatan laut mereka telah lenyap, angkatan udara mereka hancur, pabrik-pabrik militer mereka kini tinggal puing, mata uang mereka tak bernilai, dan negara mereka berada di ujung tanduk. Hari ini, saya juga mengumumkan bahwa negara MANA PUN yang membiarkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan apa pun yang menjadi penopang hidup bagi Iran, akan menghadapi Konsekuensi Ekonomi yang SANGAT BERAT. Penyelundupan minyak, fasilitas pertukaran mata uang (swap lines), transfer uang tunai, tempat penukaran valuta asing, registrasi kapal, perusahaan boneka — Semua itu harus dihentikan SEKARANG. Anda tahu siapa Anda. Ini akan menjadi “D-Day” Ekonomi, dan kami membutuhkan seluruh Sekutu kami untuk berdiri bersama Amerika Serikat guna mengisolasi serta mengalahkan ancaman Iran. Orang-orang gila ini sedang terdesak, dan LANGKAH-LANGKAH BERSEJARAH ini akan melumpuhkan mereka serta kemampuan mereka dalam menyebarkan teror ke seluruh dunia. IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA TERHADAP HAL INI. Presiden DONALD J. TRUMP

Poin-Poin Utama Kebijakan Baru AS:

  • Sanksi Sekunder Global: Sanksi berat akan dijatuhkan kepada negara mana pun yang mengizinkan institusi keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan jalur bantuan ekonomi kepada Iran.
  • Target Blokade Total: AS menargetkan penghentian total terhadap penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang (swap lines), transfer tunai, agen penukaran uang, pendaftaran kapal, dan perusahaan cangkang (front companies).
  • Klaim Pelemahan Militer: Trump mengklaim kemampuan angkatan laut, angkatan udara, dan fasilitas produksi militer Iran saat ini sudah hancur akibat konflik, serta mata uang rial yang kian tidak berharga.
  • Peluang Dialog Masih Terbuka: Di samping tekanan masif ini, Trump menyatakan bahwa AS masih bersedia membuka kembali negosiasi dengan Iran di masa mendatang, dengan fokus utama mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Langkah agresif AS ini diambil setelah gencatan senjata yang sempat disepakati sebelumnya runtuh pada Juli, memicu rentetan konflik bersenjata tak langsung di kawasan Selat Hormuz dan pangkalan militer Timur Tengah. Kebijakan teranyar ini dilaporkan langsung berdampak pada stabilitas kawasan; salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UEB) yang dilaporkan langsung memutus hubungan dagang dan finansial dengan Iran demi menghindari sanksi AS.

Tanggapan Iran

Pemerintah dan militer Iran merespons pengumuman Trump dengan sikap menolak tunduk, menuduh balik AS, serta meningkatkan kesiapan militer di wilayah Teluk.

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh AS sengaja menekan Iran demi mendapatkan konsesi yang tidak pernah ada dalam perjanjian awal. Ia menegaskan bahwa AS hanya sedang mencari “jalan keluar yang terhormat” dari Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar