Media AS The New York Times melaporkan:
President Trump’s announcement on Sunday that the U.S. military would escort ships through the Strait of Hormuz is said to have angered Crown Prince Mohammed bin Salman of Saudi Arabia, who denied U.S. access to Saudi airspace and American bases in the country. Prince Mohammed’s action stunned U.S. officials and forced Trump to abandon his plan, according to a U.S. military official familiar with the sequence of events.
“Project Freedom” yang diumumkan Presiden Trump pada hari Minggu (3/5/2026) bahwa militer AS akan mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz dikatakan telah membuat marah Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi, yang menolak akses AS ke wilayah udara Saudi dan pangkalan-pangkalan Amerika di negara tersebut. Tindakan Pangeran Mohammed mengejutkan para pejabat AS dan memaksa Trump untuk membatalkan rencananya, menurut seorang pejabat militer AS yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.
link: https://www.nytimes.com/2026/05/07/us/politics/trump-strait-of-hormuz-saudis.html
Presiden Donald Trump dilaporkan terpaksa menghentikan “Project Freedom”, sebuah operasi militer untuk mengawal kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz, pada hari Selasa, 6 Mei 2026. Keputusan mendadak ini diambil hanya sekitar 36 hingga 48 jam setelah diumumkan.
Berikut adalah poin-poin utama terkait peristiwa tersebut menurut laporan dari NBC News dan The New York Times:
- Penolakan Akses Saudi: Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dilaporkan geram karena Trump mengumumkan operasi tersebut tanpa koordinasi yang matang dengan sekutu Teluk. Sebagai tanggapan, Arab Saudi memblokir akses militer AS ke wilayah udaranya dan Pangkalan Udara Prince Sultan.
- Hambatan Logistik: Tanpa akses ke wilayah udara Saudi, militer AS kehilangan “payung pertahanan” udara yang krusial untuk melindungi kapal-kapal yang dikawal dari ancaman rudal atau drone.
- Diplomasi yang Gagal: Upaya Trump untuk menyelesaikan masalah melalui pembicaraan telepon langsung dengan MBS pada hari Selasa dilaporkan tidak membuahkan hasil.
- Alasan Resmi Penundaan: Meskipun tekanan Saudi menjadi faktor utama di balik layar, Trump secara resmi menyatakan di platform Truth Social bahwa operasi ditunda atas permintaan negara lain seperti Pakistan dan karena adanya “kemajuan besar” dalam negosiasi damai dengan Iran.
- Kondisi Terkini: Meskipun pembatasan pangkalan dan wilayah udara kabarnya telah dilonggarkan, Arab Saudi tetap belum menyetujui penggunaan wilayahnya untuk mendukung kelanjutan “Project Freedom”.
Langkah ini dipandang oleh para analis sebagai sinyal kuat mengenai ketergantungan militer AS terhadap kerja sama regional di Teluk untuk menjaga stabilitas jalur pengiriman energi global.







marah dong…kemaren udah dibilang njilatin pantatnya…
ciieee.. Saudi skutu US.. lg marahan..
☝🏻😅✌🏻😁
Saudi arabia berasa budak Amerika 🗽 Serikat dan Israel, tapi jangan harap Saudi harus nurut apa kata mereka seluruhnya.