Rezeki Dijamin Allah, dan Mereka Mencarinya Sampai ke Arab Saudi
Oleh: Ustadz Budi Marta Saudin
Jumat pagi, saat kebanyakan orang di Riyadh istirahat santai menikmati liburan di rumah, sekelompok WNI ini datang ke Islamic Center untuk belajar membaca Al Quran, mendengarkan ceramah tentang fikih dan tauhid.
Semua yang datang di tempat ini adalah para pencari rezeki yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ke Riyadh. Ada yang bekerja sebagai supir, petugas kebersihan, desainer grafis, terapis pijat, barista, kerja kantoran, hingga asisten rumah tangga.
Bagi teman-teman yang datang, hadir ke majelis taklim adalah hiburan berharga di tengah kesibukan kerja. Dimana pun berada, kalau waktu libur tidak diisi dengan hal positif maka akan dihabiskan dengan maksiat dan sia-sia.
Mereka ini ada yang sudah 25 tahun bekerja di Riyah, ada yang 10 tahun, dan ada yang belum genap 1 tahun.
Hampir setiap bulan ada saja teman yang pulang final exit ke Indonesia. Tapi, selalu ada yang datang baru. Beginilah kehidupan silih berganti, ada yang datang dan pergi.
Bagi saya, kumpul dengan teman-teman ini ibarat charger, karena dapat memompa semangat hidup dan keimanan.
Dari kehidupan mereka dapat diambil pelajaran: tentang berpisah dengan keluarga, semangat mencari nafkah, sabar, dan tawakkal.
Kenapa mereka mampu bertahan lama di Saudi?
Satu hal yang paling membuat bertahan adalah masalah keuangan.
“Lebih baik di sini, karena bisa kerja dan dapat uang. Kalau di Indonesia susah cari uangnya,” kata seorang jamaah berbisik pada saya.
Bulan-bulan ini adalah waktu liburan sekolah Saudi, beberapa teman pengajian pulang ke tanah air, mengambil cuti.
Kepada yang akan pulang, saya tanya: “Pak, balik ke Riyadh lagi gak?.”
“Tadinya saya izin untuk pulang lepas, tapi sama majikan gak boleh. Yaudah saya minta naik gaji, dan dikabulkan,” kata salah satu jamaah bernama Pak Wartono.
Siang tadi ada seseorang bertanya pada saya: “Ustadz, gak liburan pulang?.”
Saya jawab: “Insya Allah nanti sekalian pulang lepas pak, beberapa bulan lagi.”
Saya salah ngomong, rupanya jawaban saya membuat dia sedih, karena sebentar lagi akan berpisah.
Di pelajaran Kitab Tauhid yang saya ampu setiap Jumat ini, saya menyampaikan tentang iman, ujian, sabar, tawakkal, dan iman kepada takdir.
Materi yang saya sampaikan kebanyakan hanya teori. Adapun bapak-bapak dan ibu-ibu ini mereka sudah merasakan asam garam prakteknya. Kerap kali, saya sering minta komentar dan pendapat mereka.
Dari mereka, saya belajar bahwa rezeki memang dijamin Allah, tapi mereka mengejarnya hingga sampai ke Arab Saudi.
*Foto: Menikmati gorengan, kolak, dan kopi di Majelis Taklim Islamic Center Al Suwaidi, Riyadh, Jumat, 5 Juni 2026
Sumber: fb







semoga Indonesia punya pemimpin yang tidak menipu dalam menciptakan banyak lapangan pekerjaan
siapa bilang susah cari uang?
itu pengurus BGN gampang 😂😂😂
nyari rezeki sampai Saudi Arabia
nyari suaka sampai Jordania