KHAWATIR…
By Azwar Siregar
Bisnis saya masih sangat kecil. Masih Usaha Kecil Menengah alias UKM. Bahkan bisa dikatakan dibawah UKM.
Tapi karena barang yang kami pasarkan masih impor, jujur saja saya ikut khawatir dengan semakin anjloknya nilai rupiah.
Harga modal naik sementara daya beli masyarakat menurun artinya Bisnis Gulung Tikar. Bisnis Gulung Tikar, pengangguran bertambah. Pengangguran bertambah, angka kejahatan pasti meningkat.
Sebenarnya tidak ada masalah seberapa lemah pun harga Rupiah terhadap Dolar, asal kita impor barang sedikit dan Hutang Luar Negerinya juga sedikit.
Misalnya Iran. Satu US Dolar itu 1.5 juta Rial Iran (Bayangkan kalau sampai 1 US Dolar sama dengan 1.5 juta Rupiah. Kondisi sekarang, bisa ambruk Negara kita…)

Tapi Iran hampir tidak berhubungan dengan Dolar. Rasio Hutang Luar Negeri mereka cuma 0,8 persen dari PDB-nya (Indonesia sekitar 40 persen). Mereka cukup Mandiri.
Dengan mata uang hampir tidak bernilai terhadap Dolar, mereka masih mampu membuat roket-roket canggih yang memaksa Amerika dan Israel mengajak berdamai.
Masalahnya sekalipun Neraca Perdagangan kita masih surplus (nilai ekspor masih lebih tinggi), tapi ketergantungan impor kita masih sangat tinggi.
Impor terbesar kita dibidang elektronik, plastik, besi-baja, BBM bahkan pangan (gandum, kedelai dan lainnya).
Kalau misalnya perbandingan impor kita cuma 10 persen dan ekspor 90 persen, apalagi dibawahnya, justru semakin lemah Rupiah, semakin bagus.
Tapi kalau Impor kita dengan ekspor hampir berimbang, ditambah barang-barang Impor termasuk sangat dibutuhkan dan sangat penting, penurunan nilai Rupiah pantas kita khawatirkan dan berbahaya.
(*)







hehehehehehe lah piye toh bos..junjunganmu ra bener brati yoh,makane ojo nesu di kasih nilai 11/100
🤣🤣🤣
komen mu apa war junjungan mu kemaren bilang orang deso gak pake dollar 😂😂😂
Mendiang FAISAL BASRI Sejak 2024 sudah memprediksi Rupiah tembus Rp 18.000 di 2026 bahkan bisa lebih. dibuktikan oleh wowo 🤪