Debat Tiyo Ardianto (eks Ketua BEM UGM) dengan Jubir Gerindra Astrio Feligent di acara BOLA LIAR KOMPAS TV soal pengangkatan Nanik S Deyang (eks wartawan) sebagai Kepala BADAN GIZI NASIONAL (BGN) menggantikan Dadan.
Tiyo: SYarat pejabat itu kan dua, kompetensi dan moralitas. Tetapi di zamannya Pak Prabowo, kompetensinya nggak ada, moralitasnya tidak ada, yang penting loyalitasnya. Bu Nanik itu kalau kita ngomong kompetensi, kompetensinya apa? Beliau adalah seorang wartawan, yang kebetulan jadi timses, sempat punya masalah moral yaitu masalah Ratna Sarumpaet, yang bikin kebohongan publik, lalu loyal pada Pak Prabowo, menjadi wakil kepala BKN, lalu hari ini dipilih sebagai kepala BKN.
Jubir Gerindra: Jadi menurut Mas kalau wartawan nggak kompeten?
Tiyo: Apa hubungannya wartawan dengan pengelolaan gizi anak-anak, Mas Trio? Apa hubungannya wartawan dengan ahli gizi, dengan keperluan badan gizi nasional?
Jubir Gerindra: Mohon maaf dengan segala hormat, tidak perlu untuk menjalankan program BGN itu harus menjadi seorang ahli gizi. Yang diperlukan adalah⦠bla bla bla
Tiyo: Inilah wajah dari istana kita, bahwa kompetensi memang tidak diperlukan. Yang diperlukan adalah loyalitas.
SKAKMAT!!!
[VIDEO]







berarti profesor dan rektor ya kembali ke kampus saja, gausah jd gubernur atau presiden, setuju
nih βοΈsalah satu TK cebok nya yg sdh rusak pola pikirnya ππππ
Dan gobloknya buzzer tidak melihat si ketua BGN sebelumnya adalah profesor serangga dari IPB.
kyk TNI ambil jatah orang sipil itu ngapain????
liat kyk di BGN ada tentara, ada polisi malah korupsi π‘π‘π‘π‘
peristiwa seperti ini sudah sejak lama di birokrasi indonesia, hanya saja era Jokowi dan Prabowo terlihat lebih massif… banyak guru jadi camat, polri+TNI ambil jabatan sipil, alumni IPDN banyak jadi kepala Dinas yang sifatnya Teknis… betul kata mas Tyo… yang penting loyalitas… termasuk loyal setor…. wkwwk
Tiyo sama aja debat dengan buzzer tolol ndablek yang ada di portal ini selalu mencari pembenaran dengan versinya sendiri.