Remaja 16 Tahun, Tapi Sudah Mengembangkan Perangkat Lunak untuk Angkatan Darat & Satelit. Ini Benar-Benar “Di Level Lain”!
Oleh: Mazlan Syafie
Minggu ini kita belajar sesuatu tentang bakat.
Saya ingin kita melihat permata lain yang bersinar terang di Kedah. Permata ini baru berusia 16 tahun.
Namanya Muhammad Khawarizmi Muhamad Kamalrul Zaman.
Anda mungkin pernah mendengar nama ini. Sekitar tahun 2019, ia menjadi viral karena berhasil membangun roket berbahan bakar padatnya sendiri di usia 10 tahun.
Kini, levelnya jauh melampaui imajinasi kita.
Sementara teman-temannya sibuk dengan gim video atau media sosial, Khawarizmi sibuk menulis kode pemrograman untuk sektor pertahanan nasional.

Ya, ia terlibat dalam pengembangan perangkat lunak yang berkaitan dengan militer.
Ini dilakukan melalui usaha patungan dengan perusahaan lokal yang berpengetahuan luas dalam teknologi keamanan dan pertahanan. Ia diberi peran sebagai Pengembang Embedded dan XR.
Bahkan, ia juga terlibat dengan perusahaan yang terkait dengan telekomunikasi satelit.
Di sini, ia memegang peran penting sebagai Pemrogram Embedded (Retainer).
Ini adalah pekerjaan orang dewasa. Ini adalah pekerjaan seorang insinyur bersertifikat. Namun, tugas berat ini dipikul oleh seorang remaja. Yang paling mengesankan, Khawarizmi bersedia mengambil keputusan berani demi minatnya ini.
Ia pernah mendapat tawaran untuk bergabung dengan MRSM (MRSM = Maktab Rendah Sains MARA adalah sekolah berasrama penuh unggulan di Malaysia). Banyak orang tua berebut memasukkan anak-anak mereka ke asrama penuh.
Namun Khawarizmi menolaknya.
Alasannya sederhana namun dewasa. Jika ia tinggal di asrama, waktunya di depan komputer dan coding akan terbatas. Ia membutuhkan waktu itu untuk mengasah kemampuannya.
Ia mengorbankan status asrama penuhnya untuk menjadi ahli di bidang yang dicintainya.
Hasilnya?
Lihatlah prestasinya saat ini.
Ia memenangkan beberapa kompetisi, termasuk Kompetisi Nasional MYRC 2024.
Yang terpenting, ia dinobatkan sebagai Ikon STEM Kids Malaysia Techlympics oleh Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) dan meraih berbagai penghargaan lainnya.
Sesungguhnya, perjalanan Khawarizmi sangat terbantu oleh ekosistem yang suportif.
Kita patut berterima kasih kepada kementerian seperti MOSTI. Mereka sangat suportif dan memberikan perhatian serius kepada talenta muda seperti Khawarizmi. Begitu pula sektor swasta. Perusahaan-perusahaan lokal ini berani memercayai remaja untuk mengerjakan proyek-proyek berdampak tinggi.
Inilah sinergi yang kita inginkan.
Ayahnya, Tuan Kamarul Zaman, selalu menjadi tulang punggung dengan prinsip: “Asalkan logis, pasti bisa.”
Namun, harapan saya lebih besar.
Saya ingin melihat kesuksesan Khawarizmi menjadi pelopor.
Saya menyerukan agar lebih banyak pihak swasta dan instansi pemerintah membuka peluang sebanyak mungkin.
Berikan kepercayaan diri kepada generasi muda kita. Jangan lihat usia mereka, tetapi lihatlah karya dan daya pikir mereka.
Janganlah kita sibuk mencari jalan pintas menggunakan AI untuk memajukan negara hanya demi menghemat uang.
Padahal di depan mata kita, kita memiliki generasi muda yang bekerja keras membangun teknologi asli, perangkat lunak orisinal, dan inovasi masa depan.
Dia membangun perangkat lunak pelatihan militer. Dia tidak hanya menekan tombol generate.
Inilah saat terbaik bagi kita untuk mengasah potensi mereka.
Jangan menunggu Lockheed Martin atau NASA melihat bakat mereka, baru kita akan tertarik.
Baru setelah itu kita akan bertanya, “Eh, kenapa kamu tidak membantu negaramu sendiri?”
Jangan biarkan nasi menjadi bubur.
Terima kasih MOSTI dan perusahaan swasta yang telah memulai langkah positif ini.
Kepada Saudara Khawarizmi dan Bapak Kamarul, teruslah berkarya. Kalian adalah inspirasi sejati bagi teknologi Malaysia.
(Sumber: The Patriot)







Komentar