Reaksi Prabowo Saat Abraham Samad Minta Novel Baswedan dkk Dikembalikan ke KPK

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta Presiden Prabowo Subianto mengembalikan 57 mantan pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan, yang disingkirkan melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

Abraham menegaskan, TWK yang digelar KPK era pimpinan Firli Bahuri itu abal-abal.

Hal tersebut Abraham utarakan ketika dirinya dan sejumlah tokoh oposisi lain bertemu Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) lalu.

“Yang terakhir saya bilang, harus dipikirkan, mengembalikan 57 orang yang ditendang, yang dikeluarkan oleh Firli dari KPK dengan alasan tes wawasan kebangsaan abal-abal,” ujar Abraham, kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).

Abraham Samad menyampaikan, Prabowo langsung merespons permintaannya itu.

Prabowo bertanya kenapa Abraham Samad menyebut TWK KPK itu sebagai abal-abal.

Abraham Samad menegaskan, TWK kala itu digelar hanya untuk mengusir pegawai KPK yang integritasnya kuat.

“Langsung dia bilang, ‘kenapa Pak Abraham memakai istilah abal-abal?’. Karena saya bilang Tes Wawasan Kebangsaan itu bukan bertujuan untuk menguji seseorang tingkat wawasan kebangsaannya,” papar dia.

“Tapi, hanya bertujuan menyingkirkan 57 orang pegawai KPK yang integritasnya kuat yang selama ini melawan Firli,” imbuh Abraham.

Soal 57 eks pegawai KPK

Kasus pemberhentian 57 eks pegawai KPK (termasuk Novel Baswedan) bermula dari polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam proses alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2021.

57 pegawai dinyatakan tidak lulus TWK dan resmi diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021.

Proses ini menuai kritik tajam karena dianggap sebagai upaya penyingkiran penyidik dan analis yang menangani kasus besar. Mereka diberhentikan tanpa uang pesangon maupun dana pensiun.

(Sumber: KOMPAS)

Komentar