Presiden Israel Isaac Herzog, berbicara di Universitas Yeshiva di New York, menyebut walikota terpilih New York Zohran Mamdani sebagai “anti-Yahudi dan anti-Amerika”.
Dalam pidatonya di Universitas Yeshiva pada hari Minggu, 7 Desember 2025, Presiden Israel Isaac Herzog terutama membahas peningkatan antisemitisme yang mengkhawatirkan, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Yahudi, dan mengutuk keras retorika Walikota terpilih New York City, Zohran Mamdani.
Tema Utama Pidato Presiden Israel:
- Kecaman terhadap Walikota terpilih Zohran Mamdani: Herzog menyatakan bahwa walikota terpilih New York City “tidak berusaha menyembunyikan penghinaannya terhadap Negara Israel yang demokratis dan Yahudi” dan menyebut komentarnya sebagai “keterlaluan” dan “anti-Yahudi dan anti-Amerika”. Herzog secara khusus mengkritik tanggapan Mamdani terhadap protes anti-Israel di luar sinagoge, di mana Mamdani menyatakan bahwa acara yang mempromosikan imigrasi ke Israel melanggar hukum internasional.
- Meningkatnya Antisemitisme: Herzog memperingatkan bahwa “antisemitisme institusional, pembalikan Holocaust, konspirasi kiri dan kanan, kebencian terhadap Yahudi yang diplatformkan di media sosial, dan kebangkrutan moral yang menyamar sebagai keadilan sosial semuanya telah meningkat secara mengkhawatirkan” di seluruh Amerika. Ia menyerukan komunitas Yahudi untuk “melawan dengan gigih dan tanpa takut” menggunakan semua cara legal dan sipil untuk memerangi lonjakan kebencian ini.
- Pujian untuk Universitas Yeshiva dan Persatuan Yahudi: Presiden Israel memuji Universitas Yeshiva sebagai “benteng kepemimpinan Yahudi, pemikiran Yahudi, dan kebanggaan Yahudi” dan “sebuah Israel kecil di sini” di Amerika. Ia menggarisbawahi nilai-nilai bersama yang menyatukan Israel dan Universitas dan menyerukan tanggung jawab kolektif dan persatuan di antara orang Yahudi di seluruh dunia.


- Dukungan untuk Israel dan Pembebasan Sandera: Herzog membela tindakan militer Israel, membantah klaim “genosida” dan menegaskan bahwa Israel beroperasi sesuai dengan hukum humaniter internasional. Ia menuntut pembebasan segera sandera Israel yang tersisa, Sersan Staf Ran Gvili, dan memberikan penghormatan kepada orang tua sandera Amerika-Israel yang gugur, Omer Neutra.
- Penghormatan kepada Donald Trump: Herzog memuji Presiden Donald Trump atas keberhasilan pemulangan banyak sandera dan memuji rencana “Hari Setelah Perang” yang digambarkan Herzog sebagai demonstrasi “keahlian diplomatik yang luar biasa” dan menawarkan jalan menuju perdamaian masa depan di Timur Tengah.
Pandangan Zohran Mamdani terkait Israel
Zohran Mamdani dikenal sebagai politisi yang sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah Israel dan secara konsisten menunjukkan dukungan kuat terhadap Palestina. Pandangannya yang anti-Zionis telah menjadi inti dari sikap politiknya, bahkan sebelum serangan 7 Oktober 2023.
Poin-poin utama pandangan Zohran Mamdani terkait Israel meliputi:
- Dukungan terhadap Palestina: Mamdani secara terbuka mendukung hak Palestina untuk melawan dan mengadvokasi diakhirinya pendudukan dan apartheid Israel. Isu Palestina bahkan disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak popularitasnya dalam pemilihan Wali Kota New York baru-baru ini.
- Kritik Keras terhadap Israel: Ia sering mengecam tindakan Israel, termasuk menyebut perang di Gaza sebagai tindakan genosida.
- Menolak Israel sebagai Negara Yahudi: Mamdani menyatakan bahwa dia tidak menganggap Israel sebagai negara Yahudi dan tidak nyaman mendukung negara mana pun yang memiliki hierarki kewarganegaraan berdasarkan agama.
- Mendukung BDS: Ia adalah pendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel.
- Ancaman Menangkap Netanyahu: Sebagai Wali Kota New York terpilih, Mamdani bersumpah akan berusaha menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di kota tersebut, merujuk pada surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang.
Pandangan-pandangan ini telah menimbulkan kontroversi dan kritik keras dari kelompok-kelompok pro-Israel, yang menuduhnya anti-Semit, meskipun ia juga menerima dukungan dari beberapa kelompok Yahudi di New York yang kritis terhadap kebijakan Israel saat ini.







Komentar