NADIEM DAN IBAM LAYAK DIPENJARA

SALAH SATU yang membongkar BOROKNYA Pengadaan Chromebook era Nadiem adalah mas Iman Zanatul Haeri (seorang guru sejarah dan Kepala Bidang Advokasi Guru P2G).

Iman Zanatul Haeri sangat menyayangkan opini publik yang sekarang memainkan opini seakan Nadiem adalah korban alias playing victim.

“Kok sekarang jadi berubah, kok penderitaan kami (guru honorer) di 2020, 2021, 2023, kami itu dirugikan (oleh kebijakan Nadiem) publik kok gak tau? sekarang kok jadi playing victim. Beli laptop itu ngapain? yang kita (guru honorer) butuhkan itu gaji. Guru honorer itu digaji semau-maunya, ada yang 150 ribu ada yang 300 ribu sebulan,” tutur Iman Zanatul Haeri di podcast Jaksapedia yang tayang pada 7 Mei 2026 lalu.

Bung Iyut @kafiradikalis:

Lihat vonis Ibam (4 tahun penjara) + tuntutan berani jaksa pada Nadiem (dituntut 18 tahun penjara), gw yakin karna faktor video @zanatul_91 minggu lalu di podkes @jaksapedia

Gw yakin awalnya 5 hakim pro Ibam bebas karna terpengaruh opini/tekanan publik.

Lalu muncul 1 guru secara luar biasa di tikungan akhir yg bikin 3 hakim berbalik secara drastis.

Melihat penderitaan para guru era Nadiem, setidaknya bikin 3 hakim kembali pulih keyakinannya.

Ditambah saksi kunci Jurist Tan yg hilang yg mana dalam 2 kasus besar sebelumnya (Harun Masiku dan Nistra Yohan) sukses membuat ex bosnya bebas, tentu menjadi tantangan semakin rumit dan berat.

Majelis hakim pasti sadar bahwa kasus chromebook bakal berujung pada 2 kasus di atas di mana ketika saksi kuncinya hilang maka berdampak begitu signifikan pada proses persidangan.

Tapi keberanian seorang guru 1 minggu sebelum putusan Ibam hadir memberikan testimoni di podkes jaksa benar² menjadi faktor X.

Dan gw dah berkali² bilang bahwa video tsb akan jadi faktor X di tikungan akhir.

Hakim bisa melihat bahwa permainan korupsi ala anak techbro kek Nadiem tentu bukan level koruptor boomer yg modus operandinya sangat mudah ditracing dan dijelaskan.

Mungkin di sinilah hakim sadar kenapa Jurist Tan harus kabur dan bersembunyi, karna hanya Jurist Tan yg paling paham skema korupsinya seperti apa. Kabur+hilangnya Jurist Tan ibarat solidaritas Techsis melindungi techbro. Toh memang Jurist Tan selain tangan kanan Nadiem yah memang teman baiknya Nadiem.

Maka yg harus dipuji adalah keberanian hakim untuk melakukan terobosan agar ujungnya tidak bernasib seperti kasus Harun Masiku dan Nistra Yohan.

Momentum luar biasa bahkan, jadi para koruptor jangan lagi berpikir bahwa dengan hilangnya saksi kunci bakal bikin posisi mereka aman gemah ripah loh jenawi.

Salut sama hakimnya… (“,)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. ANJING² PENJILAT af dan si Anonim Babi guRun alias BabRun mana paham dg masalah ini. Yang mereka tahu cuma JUNJUNGANNYA yg sekaligus adalah SESEMBAHANNYA adalah makhluk suci yg layak dibela dan disembah‼️😜😂😝🤣