Seorang guru sekolah di Azerbaijan dilaporkan mengundurkan diri setelah 21 tahun mengabdi karena adanya penegakan aturan seragam sekolah baru yang melarang penggunaan hijab.
Regulasi pakaian ini diadopsi oleh Dewan Menteri Azerbaijan pada 21 September 2026. Aturan ini melarang pakaian yang dinilai tidak selaras dengan karakter sekular pendidikan publik, meskipun tidak menyebut kata “hijab” secara eksplisit. Korban aturan ini tidak hanya siswi tapi juga para guru.
Peristiwa ini memicu gelombang protes, boikot kelas, dan ketegangan diplomatik.
Aksi Protes, Boikot, dan Penahanan Massal
Kebijakan ini langsung direspons dengan aksi demonstrasi oleh para siswa dan orang tua di berbagai wilayah, termasuk di ibu kota Baku.
- Boikot Kelas: Sejumlah siswa melakukan aksi mogok belajar sebagai bentuk solidaritas untuk mendukung teman-teman mereka yang dilarang masuk kelas.
- Bentrokan di Sekolah: Rekaman video memperlihatkan aksi keluarga siswa yang memprotes di depan sekolah, bahkan beberapa di antaranya sempat memecahkan jendela saat mencoba masuk ke gedung sekolah.
- Penahanan Warga: Gelombang protes memuncak di wilayah Nardaran, pinggiran kota Baku. Aparat keamanan dilaporkan telah menahan sedikitnya 88 orang yang terlibat dalam unjuk rasa menentang pembatasan atribut keagamaan tersebut.
Ketegangan Diplomatik dengan Turki dan Iran
Isu domestik ini dengan cepat bergeser menjadi komoditas politik internasional dan meretakkan hubungan regional, khususnya dengan negara tetangga:
- Pencekalan Warga Turki: Pemerintah Azerbaijan secara resmi melarang 31 warga negara Turki masuk ke wilayah mereka. Warga yang dicekal tersebut mencakup anggota parlemen oposisi dan beberapa pemimpin partai politik Turki yang secara vokal mengkritik kebijakan pelarangan hijab di Azerbaijan.
- Intervensi Telepon Erdoğan: Ketegangan tak biasa antara dua sekutu dekat ini mendorong Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, melakukan panggilan telepon langsung kepada Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, untuk membahas eskalasi sosial yang terjadi pascademonstrasi.
- Sorotan dari Iran: Pemerintah Iran turut memberikan perhatian khusus dan mengkritik pembatasan jilbab serta penahanan massal yang dilakukan oleh otoritas Baku.







