Sebuah Bekas Gereja Bersejarah di New York, Kini Menjadi Masjid Setelah Dibeli Akibat Terbengkalai

Gambar tersebut menampilkan bangunan gereja bersejarah dari abad ke-19 di Utica, New York—awalnya merupakan Central United Methodist Church yang dibangun pada tahun 1869—yang kemudian dibeli, dipugar, dan diubah menjadi pusat komunitas Islam serta masjid oleh para pengungsi Muslim Bosnia setempat.

Detail Utama Transformasi

  • Bangunan Asli: Dibangun pada tahun 1869 sebagai Central United Methodist Church di Utica, New York.
  • Akuisisi: Setelah bertahun-tahun mengalami penurunan jumlah jemaat dan kerusakan parah (bahkan sempat terancam perintah pembongkaran oleh pemerintah kota), properti tersebut dibeli pada tahun 2008 oleh Bosnian Islamic Association (Asosiasi Islam Bosnia) setempat.
  • Renovasi: Komunitas tersebut menginvestasikan dana yang cukup besar untuk memperbaiki atap, memugar struktur bangunan, serta menyesuaikan elemen interior dan eksterior agar dapat berfungsi sebagai Bosnian Islamic Center (Pusat Islam Bosnia), sembari tetap melestarikan bangunan bersejarah tersebut.

Sebuah bekas gereja bersejarah di Utica, New York, kini memiliki fungsi baru sebagai masjid setelah selama beberapa dekade digunakan sebagai tempat ibadah umat Kristen. Dibangun pada abad ke-19, Central United Methodist Church akhirnya ditutup karena jumlah jemaatnya yang terus menyusut. Pada tahun 2006, bangunan tersebut menjadi milik pemerintah kota setelah sempat terbengkalai. Kemudian pada tahun 2008, Bosnian Islamic Association of Utica (Asosiasi Islam Bosnia Utica) membeli bekas gereja tersebut, sehingga memberikan masa depan baru bagi bangunan bersejarah yang kondisinya kala itu kian memprihatinkan, yakni sebagai tempat ibadah umat Muslim. Bangunan ini berlokasi di 306 Court Street, dekat Balai Kota Utica.
‎
‎Transformasi ini didorong oleh komunitas Muslim Bosnia yang terus berkembang di Utica; banyak di antara mereka tiba di Amerika Serikat sebagai pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Bosnia pada tahun 1990-an. Alih-alih merobohkan bangunan yang terbengkalai itu, komunitas tersebut berupaya memugarnya melalui donasi, dukungan warga setempat, serta kerja sukarela. Renovasi yang dilakukan mencakup perbaikan bangunan serta penyesuaian pada bagian eksterior dan menaranya agar mencerminkan fungsi barunya sebagai masjid. Proyek ini berhasil melestarikan bangunan bersejarah sekaligus menyediakan ruang keagamaan dan komunitas yang sangat dibutuhkan oleh keluarga-keluarga Muslim.
‎
‎Masjid yang dikelola oleh Bosnian Islamic Association of Utica ini telah menjadi tempat berkumpul yang penting bagi umat dari berbagai latar belakang. Keberadaannya juga mencerminkan sejarah Utica yang dikenal sebagai kota yang terbuka bagi para pengungsi dan imigran dari seluruh dunia. Transformasi bangunan ini menunjukkan bagaimana situs bersejarah dapat dilestarikan dan diberi fungsi baru, sembari tetap memenuhi kebutuhan spiritual komunitas yang terus berkembang. Alih-alih membiarkan bangunan tersebut rusak dan terbengkalai, warga setempat turut memberikan babak baru bagi bangunan itu dalam sejarah keagamaan dan budaya kota tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar