Perbedaan Presenter di TV Iran dan di TV Arab Saudi.
Antara negara yang katanya Syiah, kafir, majusi bukan Islam, dengan negara paling Sunnah….


Kata Google:
Perbedaan aturan berbusana antara presenter TV wanita di Iran dan Arab Saudi terjadi karena perbedaan sistem hukum, kontrol media, dan arah reformasi sosial di kedua negara tersebut.
Di Iran, hukum negara mewajibkan seluruh wanita di ruang publik—termasuk di televisi—untuk mengenakan hijab. Sebaliknya, Arab Saudi telah meluncurkan berbagai program modernisasi yang melonggarkan aturan berpakaian, sehingga presenter TV wanita kini diizinkan tampil tanpa penutup kepala.
Berikut adalah perbandingan mendalam yang menjelaskan mengapa fenomena ini terjadi:
Perbandingan Aturan Penyiar Wanita di Iran vs Arab SaudiSektor Perbandingan 🇮🇷 Iran 🇸🇦 Arab Saudi Status Hukum Hijab Wajib hukumnya di seluruh area publik dan media pasca-Revolusi Islam 1979. Tidak wajib lagi di ruang publik maupun media televisi nasional. Regulasi Penyiaran Dipantau ketat oleh IRIB (Islamic Republic of Iran Broadcasting). Aturan berpakaian sangat kaku (chador atau hijab penutup dada). Diatur oleh otoritas media penyiaran Saudi yang kini mengadopsi standar berpakaian profesional modern. Arah Reformasi Sosial Kontrol pemerintah tetap ketat, meskipun ada resistensi dan protes sosial dari masyarakat sipil dalam beberapa tahun terakhir. Berjalan ke arah liberalisasi sosial di bawah program Visi Saudi 2030 yang dipimpin oleh Pangeran Mohammed bin Salman.
Mengapa di Iran Tetap Wajib?
Sejak Revolusi Konstitusional Islam tahun 1979, Iran menerapkan hukum syariat Islam sebagai dasar hukum negara universal. Televisi pemerintah (IRIB) berfungsi sebagai corong ideologi negara. Oleh karena itu, presenter TV wanita di Iran wajib mengenakan hijab formal (sering kali berupa kain hitam yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah, atau hijab ketat yang menutup rambut dan leher secara sempurna) untuk mencerminkan nilai-nilai Republik Islam tersebut.
Mengapa di Arab Saudi Kini Boleh Tanpa Hijab?
Dahulu, Arab Saudi sangat konservatif dan mewajibkan wanita mengenakan abaya serta jilbab hitam. Namun, melalui agenda Visi Saudi 2030, pemerintah Saudi menghapus kekuasaan polisi syariah, mencabut larangan mengemudi bagi wanita, dan tidak lagi mewajibkan abaya atau penutup kepala di ruang publik. Kebijakan ini merambah ke industri televisi (seperti saluran berita milik pemerintah Al Ekhbariya), di mana presenter wanita kini bebas memilih untuk mengenakan hijab atau tampil dengan rambut tergerai bergaya profesional.








Syiah laknatullah, tukang taqiah
Wah…bentar lagi perang komen Syiah – Wahabi nih….😜😂😂
benar, bentar lg banyak komen wahaboy vs syiah
yg satu sering bilang ya Allah, yg satu sering bilang ya Ali
Emang 2 agama yg berbeda
fokus lah pada berita
jgn tutup mata lu sama Saudi yg kini nganut Islam liberal
yang satu syiah yg satunya lagi sekuler liberal
ada yg baru lg…
islam nusantara😏
Hiburan untuk orang syiah
Ini bukan portal Islam tapi portal syiah
sarapi eh salafi pada kemana nih …
dikasi mimin berita tentang perkembangan perang Iran vs amrik zionis atau Ansharullah vs koalisi Saudi, fans Saudi teriak2 Syiah!
dikasi mimin berita tentang Saudi, sama aja ternyata, fans Saudi masi teriak2 Syiah! kocak kocak,,, 🤣🤣
kata Ali B : kaum gobloghiyun
ya ini 🤣🤣
Si ‘Ali Badjrie ini juga suka menuduh pakai qaum Tololiyyun, qaum Keblingeriyyun, qaum Dongoiyyun, bung 😝😛🥴😂🤭😁