𝗞𝗥𝗜𝗧𝗜𝗞 𝗔𝗠𝗜𝗘𝗡 𝗥𝗔𝗜𝗦 𝗕𝗘𝗥𝗡𝗔𝗦 𝗗𝗔𝗡 𝗕𝗘𝗥𝗗𝗔𝗦𝗔𝗥
Julukan “Abu Jahal Abad ke-21” yang dilontarkan Amien Rais kepada Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi, memang keras. Orang boleh memperdebatkan kepantasan pilihan kata itu. Tetapi, apakah kita akan berhenti pada kerasnya julukan, lalu mengabaikan persoalan yang melatarbelakanginya?
MBS bukan penguasa biasa. Ia adalah figur sentral pemerintahan Arab Saudi, negara tempat berdirinya dua kota suci umat Islam. Namanya lekat dengan gelar prestisius Khadimul Haramain, yang seharusnya erat dengan nilai, moralitas, dan tanggung jawab terhadap umat Muslim.
Untuk menilai seorang pemimpin, kita tidak cukup melihat pidato, proyek pembangunan, atau citra yang ditampilkan kepada dunia. Kita juga perlu melihat gaya hidup dan akibat kebijakannya.
Pak AR menyebut MBS hidup jauh dari nilai Islam dan berlumuran darah. Salahkah?
Pada Agustus 2020, The Wall Street Journal menerbitkan laporan investigasi Bradley Hope dan Justin Scheck, yang kemudian dituangkan dalam buku Blood and Oil: Mohammed Bin Salman’s Ruthless Quest for Global Power.
Laporan itu mengungkap pesta yang melibatkan MBS di resor Velaa, Maladewa, pada 2015. Sekitar 150 perempuan yang disebut sebagai model didatangkan dari berbagai negara. Pesta menghadirkan rapper Pitbull, penyanyi Psy, dan DJ Afrojack.
Para tamu berpesta hingga menjelang pagi. MBS bahkan dilaporkan naik ke panggung dan mengambil alih meja DJ. Penggunaan telepon pintar dibatasi untuk menjaga kerahasiaan acara. Resor tersebut disewa hampir sebulan, dengan biaya yang dilaporkan mencapai sekitar 50 juta dolar AS.
Laporan mengenai kehidupan pesta MBS tidak berhenti di situ.
Dalam profil investigatif yang diterbitkan The Economist pada 2022, MBS digambarkan menghabiskan akhir pekan di Laut Merah. Kapal-kapal pesiar milik rombongannya ditambatkan mengelilingi kapal pesiar Serene. Seorang mantan pejabat yang dikutip dalam laporan itu menyebut julukan “DJ MBS”, karena sang pangeran disebut biasa memainkan musik untuk teman-temannya dengan mengenakan topi koboi.
Pesta tertutup di lingkungan elite Saudi juga pernah terungkap melalui laporan lain.
The Guardian memberitakan dokumen diplomatik Amerika Serikat mengenai pesta Halloween di kediaman seorang pangeran di Jeddah pada 2009. Lebih dari 150 tamu hadir; ada DJ, tarian, kostum, dan minuman beralkohol.
Sementara itu, laporan investigasi El País pada 2010 menggambarkan pesta-pesta seorang pangeran Saudi di Seychelles yang menghadirkan model, aktris, penari, dan tamu internasional, dengan berbagai hiburan dan acara bertema.
Dua laporan terakhir itu membahas pangeran Saudi lainnya, bukan MBS. Namun, keseluruhan laporan tersebut memperlihatkan berbagai bentuk pesta tertutup di lingkungan elite kerajaan. Untuk MBS sendiri, laporan Maladewa dan kegiatan akhir pekan di Laut Merah merupakan contoh yang secara khusus dikaitkan dengannya.
𝗞𝗥𝗜𝗧𝗜𝗞 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗨𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗔𝗨𝗗𝗜 𝗗𝗜 𝗬𝗔𝗠𝗔𝗡 𝗣𝗨𝗡 𝗕𝗘𝗥𝗗𝗔𝗦𝗔𝗥
Pada 26 Maret 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai intervensi di Yaman untuk mendukung pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi setelah kelompok Houthi mengambil alih Sana’a dan sejumlah institusi pemerintahan. Saat itu, MBS menjabat Menteri Pertahanan Arab Saudi.
Yaman memang berada dalam krisis politik dan konflik bersenjata. Houthi dan kelompok lain juga memiliki tanggung jawab atas kekerasan. Namun, legitimasi tujuan politik tidak otomatis membenarkan segala cara untuk mencapainya.
Pada 2016, Human Rights Watch menerbitkan laporan Bombing Businesses yang meneliti 17 serangan udara koalisi pimpinan Saudi terhadap 13 lokasi ekonomi sipil. Serangan-serangan yang diteliti menewaskan sedikitnya 130 warga sipil dan melukai 171 orang. Banyak fasilitas yang rusak atau hancur berhenti berproduksi, sehingga pekerja kehilangan mata pencaharian.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022 memperkirakan konflik Yaman telah menyebabkan lebih dari 377.000 kematian, termasuk akibat dampak tidak langsung seperti kelaparan dan penyakit, hingga akhir 2021. Angka itu merupakan dampak perang secara keseluruhan, bukan korban yang seluruhnya disebabkan serangan Saudi.
MBS tidak bisa dinyatakan bertanggung jawab secara pribadi atas setiap serangan tanpa bukti khusus. Namun, kedudukannya sebagai Menteri Pertahanan ketika intervensi dimulai membuat peran politiknya dalam kebijakan perang layak diperiksa.
Ketika operasi militer berlangsung atas nama pemulihan pemerintahan, siapa yang memastikan kehidupan warga sipil tidak dikorbankan tanpa pertanggungjawaban?
Memulihkan pemerintahan tidak boleh menjadi alasan untuk menutup mata terhadap korban sipil dan penderitaan berkepanjangan.
𝗞𝗛𝗔𝗦𝗛𝗢𝗚𝗚𝗜: 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗞𝗥𝗜𝗧𝗜𝗞 𝗕𝗘𝗥𝗛𝗔𝗗𝗔𝗣𝗔𝗡 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗞𝗨𝗔𝗦𝗔𝗔𝗡
Jamal Khashoggi, jurnalis Saudi dan kolumnis The Washington Post, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
Pada Juni 2019, penyelidik khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Agnes Callamard, menyimpulkan bahwa pembunuhan itu merupakan pembunuhan di luar proses hukum yang menjadi tanggung jawab negara Saudi. Ia juga menyatakan terdapat bukti kredibel yang cukup untuk menuntut penyelidikan lebih lanjut terhadap kemungkinan tanggung jawab individual pejabat tinggi Saudi, termasuk MBS.
Pada 26 Februari 2021, Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat menerbitkan penilaian bahwa MBS menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh Khashoggi. Ini merupakan penilaian resmi intelijen Amerika Serikat, bukan putusan pengadilan pidana terhadap MBS.
𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗣𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗔𝗚𝗜𝗔𝗡 𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗚𝗜𝗧𝗨 𝗟𝗨𝗡𝗔𝗞 𝗞𝗘𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗠𝗕𝗦?
Kritik Amien Rais tidak hanya menyentuh persoalan pribadi MBS, tetapi juga membuka persoalan yang lebih luas: konsistensi moral sebagian kalangan Muslim.
Ada orang-orang yang sangat keras menilai perilaku pribadi orang lain dan menjadikan moralitas sebagai ukuran kesalehan. Namun, ketika yang dibicarakan adalah penguasa Arab Saudi, ketegasan serupa tidak selalu tampak. Status Saudi sebagai tempat berdirinya dua kota suci seolah membuat sebagian orang segan mengajukan pertanyaan yang sama kerasnya.
Tentu, tidak semua ikhwan dan akhwat bersikap demikian. Kritik ini ditujukan kepada mereka yang menerapkan standar berbeda berdasarkan siapa yang sedang dinilai.
Jika kemewahan berlebihan layak dikritik pada satu tokoh, mengapa harus dimaafkan pada tokoh lain?
Jika penderitaan rakyat dianggap penting, mengapa korban sipil Yaman tidak memperoleh perhatian yang sebanding?
Dan jika kebebasan berpendapat dijunjung tinggi, mengapa pembunuhan seorang jurnalis yang kritis tidak selalu menjadi persoalan utama ketika kasusnya menyangkut penguasa yang dikagumi?
Ini bukan ajakan membenci Arab Saudi. Rakyat Saudi tidak identik dengan pemerintahnya, sebagaimana kritik terhadap pemerintah Indonesia bukan berarti membenci rakyat Indonesia.
Ini adalah ajakan untuk tidak membiarkan kekaguman mengalahkan penilaian moral.
𝗦𝗜𝗠𝗕𝗢𝗟 𝗞𝗘𝗔𝗚𝗔𝗠𝗔𝗔𝗡 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗕𝗢𝗟𝗘𝗛 𝗕𝗘𝗥𝗨𝗕𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗦𝗔𝗜 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗞𝗘𝗞𝗨𝗔𝗦𝗔𝗔𝗡.
Menghormati Makkah dan Madinah tidak mengharuskan kita membenarkan setiap tindakan penguasa Saudi. Jika tauhid dan keadilan sungguh menjadi prinsip, tidak semestinya ada manusia yang memperoleh kekebalan moral karena jabatan atau kedekatannya dengan simbol-simbol agama.
𝗔𝗠𝗜𝗘𝗡 𝗥𝗔𝗜𝗦 𝗠𝗘𝗠𝗜𝗡𝗧𝗔 𝗠𝗔𝗔𝗙. 𝗟𝗔𝗟𝗨, 𝗗𝗔𝗠𝗣𝗔𝗞 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗧𝗜𝗙 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗦𝗜𝗔𝗣𝗔?
Setelah mengunggah video “Abu Jahal Abad ke-21”, Amien Rais mengatakan bahwa ia harus berkata jujur, tetapi pernyataannya menimbulkan dampak negatif. Ia kemudian meminta maaf dan video tersebut tidak lagi tersedia di kanal YouTube-nya. Artinya video awal itu jujur dan dia memilih menutup kejujurannya dan menyerah pada yang lain.
Kita belum memiliki dasar cukup untuk memastikan siapa yang dimaksud sebagai pihak yang terkena dampak negatif, apalagi menyimpulkan adanya tekanan dari pemerintah Saudi.
Namun, pertanyaannya tetap layak diajukan:
𝗗𝗔𝗠𝗣𝗔𝗞 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗧𝗜𝗙 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗦𝗜𝗔𝗣𝗔?
Apakah yang dimaksud adalah penggunaan julukan yang dianggap terlalu keras? Apakah ada informasi yang perlu dikoreksi? Ataukah ada pertimbangan lain yang tidak disampaikan kepada publik?
Jawabannya tidak boleh kita karang. Namun, meminta maaf atas pilihan kata tidak otomatis berarti seluruh kritik sebelumnya salah. Sebaliknya, kerasnya kritik juga tidak membuat setiap tuduhan otomatis benar. Yang harus diperiksa tetaplah bukti.
Jika ada kekeliruan faktual, koreksilah. Jika pilihan katanya melampaui batas, perdebatkanlah.
Namun, jangan sampai kontroversi tentang julukan membuat persoalan pesta-pesta hedonis, korban sipil Yaman, dan pembunuhan Khashoggi tenggelam begitu saja.
𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂, 𝗝𝗵𝗼𝗻𝗻𝘆…. 𝗛𝗲𝗶 𝗝𝗵𝗼𝗻𝗻𝘆….
–FB–







🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
Praktis • Edukatif • Inspiratif
🤝 Ahlan wa sahlan di channel resmi islami.top!
Ruang berbagi wawasan keislaman yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan.
✨ Temukan ilmu, inspirasi, dan berbagai manfaat untuk kehidupan sehari-hari.
🎯 Fokus Kajian Kami:
🎥 Video pendek (Faedah harian)
📖 Wawasan keislaman
💡 Tips kesehatan
🔬 Sains: Keajaiban Ciptaan Allah
🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
✨ Quote motivasi islami
📝 Artikel keislaman
📰 Kabar dunia Islam
InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.
📲 Tafadhdholu follow channel kami:
http://islami.top/wa
Barakallahu Fiikum
karena circle bacaan fans Saudi hanya pada media2 propaganda Saudi, jadi aku bantuin lagi deh kalian,,,
The Wall Street Journal,,, Syiah
The Economist,,, Syiah
El País,,, Syiah
Human Rights Watch,,, Syiah
The Guardian,,, Syiah
Perserikatan Bangsa-Bangsa,,, Syiah
Middle East Eye,,, Syiah
jangan pernah ganggu ulil amri fans Saudi, yang mulia mbs,,, 🤭
Buah jatuh tdk jauh dari pohon. Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, satu²nya veteran perang Arab – Israel yg masih hidup, sangat memahami keculasan syiah, yg memihak Israel.
Piilihan thd Muhammad Bin Salman bin Abdulaziz Al Saud seorang pemuda, diwaktu mudanya gemar I”tikaf di masjidil Haram, membuat syi’ah, liberal, kufar kocar kacir.
Seorang Piyik bernama Amin Rais al Sangkuniyyun, sok pintar menyerang seorang, yg pujaannya (pemimpin Iran) semuanya dikirim ke neraka.
Pedang MBS melibas syiah di Suriah, Lebanon (sedang sekarat), Irak (pemimpin syiahnya mau bersahabat dg Arab Saudi), sekarang, Houthi yaman sedang dilenyapkan, membuat, Majusi Syiah Iran tdk berdaya membelanya.
Th 2017, MBS penah mengatakan :
“Tujuan utama dari rezim Syiah Iran adalah untuk mencapai kiblat umat Islam. Kami tidak akan menunggu hingga terjadinya peperangan di Arab Saudi, tetapi kami akan bertindak hingga peperang yang terjadi di Iran.”
Belum sampai 10 th, kekuatan Syi’ah di Timur Tengah porak poranda.
Th 2017, Putera Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menuding Syiah Iran ingin menguasai kiblat Dunia Islam dan mengontrol kaum Muslimin.
Pernyataan ini disampaikan Pangeran Mohammed bin Salman dalam wawancaranya dengan salah satu televisi Arab Saudi hari Rabu (3/05) kemarin.
“Bagaimana pemahaman mereka akan ada? Pemikiran Syiah Iran mengatakan bahwa Imam Mahdi yang ditunggu akan datang. Oleh karena itu mereka harus membersihkan lingkungan dengan menguasai dan mengendalikan Dunia Islam,” ujar Pangeran Mohammed bin Salman.
Pangeran Mohammed bin Salman melanjutkan, “Tujuan utama dari rezim Syiah Iran adalah untuk mencapai kiblat umat Islam. Dan kami tidak akan menunggu hingga terjadinya peperangan di Arab Saudi, tetapi kami akan bertindak hingga peperang yang terjadi di Iran.”
Menurut Pangeran Mohammed bin Salman, ideologi ekstremis dan radikalis Syiah menghalangi dialog Saudi dengan Teheran.
Kalau mau jujur, kematian seluruh pemimpin Iran (Ali Khamenei dan puluhan jendralnya) tdk lepas dari silebt grand design MBS.
Cecunguk² gembong syiah ajam ashkenazi dan keledainya kebakaran je**ut.
MBS = FIRAUN ARAB … titik!