Muslimah mualaf Jepang, “Al-Quran adalah bacaan sepanjang hidup”

Tomoko Lo, Muslimah mualaf Jepang menulis di X:

“Aku selesai membacanya pada hari terakhir Ramadan. Aku malu mengakuinya, tapi aku baru selesai membacanya setelah masuk Islam Mei lalu.

Al-Quran adalah bacaan umat Muslim sepanjang hidup mereka.

Aku hanya bisa melafalkan beberapa bab dalam bahasa Arab, tapi aku ingin memahami terjemahan bahasa Jepangnya dan terus membacanya berulang kali sepanjang hidupku.

Selanjutnya, aku akan membaca Al-Quran biru yang aku terima di Tokyo Camii (Masjid Tokyo).”

Tokyo Camii

Tokyo Camii (Masjid Tokyo), adalah sebuah masjid dengan sebuah pusat budaya Turki yang berada di dekatnya yang terletak di distrik Ōyama-chō, kawasan Shibuya, Tokyo, Jepang. Masjid tersebut adalah masjid terbesar di Jepang dan pertama di Jepang yang berdiri pada tahun 1938.

Awalnya, Masjid Tokyo dibangun oleh orang Turki keturunan Bashkir dan Tatar yang melarikan diri ke Jepang setelah Revolusi Oktober. Pembangunannya berada di bawah pengarahan Abdurreshid Ibrahim, Imam pertama dari masjid tersebut, dan Abdülhay Kurban Ali. Masjid Tokyo akhirnya berdiri pada tahun 1938.

Masjid Tokyo sempat dirobohkan pada tahun 1986 karena konstruksi bangunan masjid telah mengalami kerusakan yang berat. Pembangunan kembali Masjid Tokyo diprakarsai oleh pemerintah Turki melalui Kementerian Agama Turki. Pada tahun 1998, pembangunan Masjid Tokyo diinisiasi Tokyo Camii Foundation dan selesai pada tahun 2000. Masjid ini dibuka kembali pada tanggal 30 Juni 2000. Pembangunan Masjid Tokyo baru menghabiskan dana sekitar 1,5 juta Yen.

Penamaan ‘Camii’ pada nama masjid berasal dari bahasa Turki turunan bahasa Arab, yang memiliki arti tempat orang berkumpul untuk salat Jumat (Jami’).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar