Miris! Ribuan Guru Honorer Madrasah di Kabupaten Malang Berupah Rp 300 Ribu

Ringkasan berita

  • Terdapat 8.900 guru honorer madrasah di Kabupaten Malang
  • Mereka menjadi tulang punggung mendidik 144 ribu murid dari RA hingga Madrasah Aliyah
  • Guru honorer penggerak roda madrasah justru dibayar dengan upah jauh dari ideal.

Sebanyak 8.900 guru honorer madrasah di Kabupaten Malang dilaporkan masih menerima upah yang sangat minim, yakni mulai dari Rp300 ribu per bulan.

Isu kesejahteraan ini menjadi sorotan publik karena kontras dengan peran vital mereka sebagai tulang punggung pendidikan di wilayah tersebut.

Sementara pemerintah dengan mudahnya menghamburkan duit APBN untuk MBG dan Kopdes Merah Putih ratusan triliun.

Berikut adalah poin-poin penting terkait kondisi upah guru honorer madrasah di Kabupaten Malang berdasarkan laporan Times Indonesia di Teras.id:

Data Fakta Lapangan

  • Beban Kerja Tinggi: Ribuan guru honorer ini menjadi tumpuan utama dalam mendidik sekitar 144 ribu siswa yang tersebar di 1.115 lembaga madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).
  • Pendapatan di Bawah Standar: Upah senilai Rp300 ribu per bulan dinilai jauh dari kata ideal untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai perbandingan, beberapa guru mengaku bahwa penghasilan sebagai buruh linting rokok bisa mencapai Rp300 ribu per minggu.
  • Ketergantungan pada Yayasan: Sebagian besar guru honorer ini bekerja di madrasah swasta, sehingga nominal gaji mereka sangat bergantung pada kemampuan finansial yayasan pengelola sekolah. Mereka juga sangat berharap pada insentif atau program sertifikasi dari pemerintah yang kuotanya masih terbatas.

BACA SELENGKAPNYA:

https://www.teras.id/times-indonesia/rubrik/mendalam/ribuan-guru-honorer-madrasah-di-malang-berupah-rp-300-ribu-2276719

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar