Iran membantah pembicaraan dengan AS

🇮🇷Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai negosiasi langsung, menyusul ancaman “kesempatan terakhir” dari Washington untuk mencapai kesepakatan damai sebelum ancaman serangan militer besar-besaran.

Di tengah eskalasi perang maritim dan blokade militer AS di Selat Hormuz, Iran menyatakan hanya berdialog dengan Oman untuk merumuskan jalur aman, sembari menolak klaim AS yang dianggap sebagai operasi psikologis.

  • 🇺🇸Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung, memperingatkan bahwa negosiasi tersebut adalah “kesempatan terakhir” Teheran untuk mengamankan kesepakatan dan mengakhiri konflik lima bulan tersebut.
  • 🇮🇷Teheran membantah adanya pembicaraan dengan Washington, mengatakan bahwa mereka sedang berbicara dengan Oman mengenai Selat Hormuz. Mereka mengatakan kemajuan telah dicapai untuk menyediakan jalur aman sementara di jalur air tersebut.

Oleh Mahmoud Abdelwahed
Laporan dari Teheran, Iran

Iran secara terbuka mengkonfirmasi bahwa negosiasi dengan Oman mengenai Selat Hormuz mengalami kemajuan, sementara dengan tegas membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Pada saat yang sama, mediator regional termasuk Qatar dan Pakistan tetap aktif di balik layar, menunjukkan bahwa saluran diplomatik masih terbuka meskipun ada pengerahan militer.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Oman berfokus pada pembuatan jalur sementara untuk kapal, dengan menggabungkan jalur Iran dan Oman di jalur air tersebut, hingga kesepakatan permanen dapat dicapai.

Pembuatan jalur tunggal, meskipun sementara, melalui jalur air tersebut dapat menjadi langkah pertama menuju pembangunan kepercayaan antara Iran dan AS.

Namun, para pejabat Iran menegaskan bahwa saat ini tidak ada negosiasi langsung dengan AS terkait Selat Hormuz.

Terlepas dari momentum diplomatik ini, Iran mengatakan bahwa pencegahan militernya tetap berlaku. Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengumumkan bahwa mereka siap membalas setiap ancaman, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika sepenuhnya siap untuk melindungi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Sumber: ALJAZEERA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. dari pada bolak balik lempar bacot, ngga selesai², lebih baik, perang habis²an aja, mau lihat endingnya. keduanya, sama² abu ngibul.