Memperdebatkan siapa yang disembelih apakah Ismail atau Ishaq, mengalihkan hikmah Qurban

✍🏻Ustadz Muhammad Abduh Negara

Persoalan siapa yang diperintahkan untuk disembelih, apakah Ishaq atau Ismail memang diperselisihkan di kalangan ulama, bahkan ulama salaf, bahkan para shahabat.

Di sekian kitab tafsir, salah satunya al-Qurthubi, diriwayatkan bahwa di antara para shahabat yang berpendapat bahwa yang diperintahkan untuk disembelih adalah Nabi Ishaq adalah ‘Umar, ‘Ali, al-‘Abbas, Ibn al-‘Abbas dalam salah satu riwayat, Ibn Mas’ud, Ibn ‘Umar, dan Jabir radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Jadi yang disampaikan oleh akun bernama Balqis Humaira, yang selalu menampilkan wajah perempuan bikinan AI itu, pada dasarnya tidak salah. Memang ada ikhtilaf. Bahkan sebagian mufassir menyatakan, bahwa kebanyakan ulama berpendapat yang disembelih adalah Ishaq.

Hanya saja, bagi saya ini layaknya bahasan apakah Iblis itu sejak awal dari kalangan Jin, atau ia sebenarnya malaikat yang durhaka, yang juga diperdebatkan dalam kitab-kitab tafsir. Bahasan-bahasan semacam ini layaknya trivia, informasi yang menambah wawasan tapi sebenarnya tidak penting-penting sekali untuk diketahui, apalagi bagi kalangan awam. Toh yang penting bagi awam adalah ‘ibrah dan hikmah dari peristiwa itu, bukan tentang apa dan siapanya. Tampaknya, karena itu juga al-Qur’an tidak menyebutkannya secara sharih (jelas).

Jadi, bahasan semacam ini, bolehlah jadi tambahan wawasan, terutama bagi pelajar ilmu syar’i, untuk melepaskan kepenatan dari studi mereka yang jauh lebih berat. Namun, hal-hal semacam ini, tidak terlalu dibutuhkan oleh kalangan awam, tidak berpengaruh ke aqidah, tidak berkaitan juga dengan amal kita.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. pihak yang masih memperdebatkan, khususnya kafirun….tidak memahami bible,,,,ikuti yutube Dondy Tan kalau malas buka biblke

  2. tidak..itu jg ada hikmah mendasar kenapa yg dipilih Allah SWT itu Nabi Ismail…bukan yg lain. ( silahkan lho bilang itu radikal etc..ora sudi )

  3. jangan dikit2 bilang kafirun atau sesat, perbedaan ini udh lama bahkan konon sekelas sahabat umar bin khattab berpendapat yg disembelih ishaq

    1. Dalam Al-Qur’an, mayoritas ulama menilai bahwa anak yang hendak disembelih oleh Nabi Ismail adalah Ismail, bukan Ishaq.
      Dalil utamanya dari urutan ayat di Al-Qur’an surat Ash-Shaffat:
      > “Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu…’”
      > (QS. Ash-Shaffat 37:102)
      Setelah kisah penyembelihan selesai, baru Allah berfirman:
      > “Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.”
      > (QS. Ash-Shaffat 37:112)
      Karena kabar gembira tentang Ishaq datang setelah kisah penyembelihan, banyak ulama memahami bahwa yang diuji untuk disembelih sebelumnya adalah Ismail.
      Pendapat ini dipegang oleh banyak ulama tafsir seperti:
      * Ibnu Katsir
      * Ibn Taimiyah
      * Ath-Thabari (menyebut adanya khilaf, namun banyak riwayat menguatkan Ismail)

      1. Benar. dan ayat tentang perintah pengorbanan itu urutannya setelah Doa Nabi Ibrahim dijawab Allah dengan kabar gembira lahirnya GHULAMIN HALIM. (Anak yg lemah lembut dan penurut). Sifat itu merujuk ke ISMAIL. Karena utk Ishaq Allah menyebut dg ungkapan yg berbeda. GHULAMIN ‘ALIM (Anak yg berpengetahuan)