Langsung kena ulti dong 😬

Sebagai info: artis Maudy Ayunda menuai kritik luas dari netizen terkait videonya yang berjudul “Mindfulness in the Age of Bad News” yang dinilai “tone deaf” (kurang peka) dan “tidak napak tanah” terhadap realitas sosial di Indonesia.

Penyebab Kontroversi

Tuntutan untuk Bersuara: Sebagai figur publik lulusan universitas top dunia (Stanford/Harvard) dengan platform besar, Maudy dikritik karena dianggap memilih posisi aman atau “menghindar” daripada menggunakan suaranya untuk membantu mengkritik sistem atau menyuarakan kesulitan masyarakat.

Ajakan Mengambil Jarak dari Berita: Dalam video YouTube-nya, Maudy membagikan tips menjaga kesehatan mental dengan membatasi konsumsi informasi dan mengambil jeda (take a step back) dari derasnya berita buruk di Indonesia (seperti bencana alam, kelangkaan BBM/air, kebakaran hutan, hingga kebijakan pemerintah).

Kritik Tone Deaf & Masalah Hak Istimewa (Privilege): Warganet menilai bahwa bagi masyarakat yang terdampak langsung, hal yang disebut Maudy sebagai “berita buruk” sebenarnya adalah “realitas buruk” (bad reality) yang harus mereka hadapi demi bertahan hidup (seperti kenaikan harga, asap kebakaran, atau kehilangan pekerjaan).

NAMUN… MASIH AJA YANG BELA MAUDY dengan menyinggung soal kontribusi untuk negara.

Si buzzer pembela artis ini langsung kena ulti menohok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. maudy enak, banyak duit, banyak yang mau ngasih duit ke dia juga, tanggung jawab rendah, kao ada apa-apa tnggal kabur ke swiss 6 bulan atau australia 1 tahun, pulang kalau sudah reda

  2. Mau head to head mbandingin kontribusi utk negara ini sm saya orang biasa yg cuma lulusan S1 bayar sendiri, nyari kerja sendiri, pegawai biasa, jg boleh kalo mau … atau cukup dr pajak yg sdh disetor ke negara jg hayu aja … sy paling sebel dg orang yg cuma gegara mengkritik pemerintah, lalu dikait2kan dg kobtribusi thp negara … pingin sy tonyor mulutnya smp menceng seumur hidup …

    1. setujuuuuu, dikiranya orang yang kritik pemerintah itu pengangguran beban negara …saya kuliah s1 sambil kerja, membangun karir dan usaha mandiri, bayar pajak, diwaktu sela mengedukasi masyarakat supaya lebih cerdas…kalo ada yg kritik lalu ditanya kontribusimu apa…? penging nimpuk pake kotoran ja, harunya tuh yang ditanya para pejabat sono kotribusi positifmu untuk negara apa…kan selama ini yang mereka kerjakan dibayar pake duit negara dari pajak…lah kita ..kerja bukan dibayar dari pajak