Sekretaris Negara Inggris mengatakan bahwa Inggris ‘tidak akan lagi diam saja sementara anak-anak tak bersalah dibunuh di Gaza’

Sekretaris Negara Pertama (First Secretary of State) Louise Haigh mengatakan bahwa Inggris tidak akan ‘lagi diam saja sementara anak-anak tak bersalah dibunuh di Gaza’ dalam pidato di Kongres Serikat Buruh.

Britania Raya tidak akan lagi tinggal diam sementara anak-anak Palestina yang tidak bersalah terbunuh di Jalur Gaza. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Sekretaris Negara Pertama (First Secretary of State) Louise Haigh dalam pidatonya di forum Trades Union Congress (TUC) 2026 pada 15 September 2026.

Poin-poin penting dari pidato diplomasi luar negeri tersebut meliputi:

  • Pengakuan Keterlambatan: Louise Haigh mengakui bahwa pemerintah Inggris sebelumnya “terlalu lambat” dan sempat “ragu-ragu” dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat. Pernyataan ini senada dengan kritik yang sempat dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham.
  • Kebijakan Pembatasan Baru: Langkah tegas ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Ed Miliband seminggu sebelumnya, termasuk larangan perdagangan dengan pemukiman ilegal Israel serta sanksi yang menyasar entitas pendukung perluasan wilayah ilegal tersebut.
  • Target Pemerintah, Bukan Rakyat: Haigh menekankan bahwa tekanan ini sengaja ditargetkan secara terarah kepada pemerintah Israel, bukan ditujukan kepada rakyat Israel secara keseluruhan.
  • Solusi Dua Negara: Pemerintah Inggris menegaskan kembali komitmennya terhadap terwujudnya perdamaian di Timur Tengah serta memperjuangkan solusi dua negara (two-state solution).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *