Sebenarnya dia lahir dan besar di Austria tapi karena ortunya asalnya dari Turki dan dia muslim jadi aku nyebutnya imigran saja karena Klo aku bilang dia WN Austria nanti ada yang gak terima.
“Muslim? Paling imigran. Ah, cuma pendatang.” Komen seperti itu sering banget aku dapatkan di postinganku saat menceritakan soal kehidupan muslim di Eropa.
Usianya masih muda, masih 35 tahunan tapi dia sudah memiliki 2 pabrik besar di dekat sini.
Pabrik palet jadi pekerjanya semua laki-laki.
Karyawan di pabriknya dari berbagai negara dan latar belakang dan agama.
Hal yang menarik adalah saat ada muslim yang mau melamar kerja di perusahaannya, dia akan mengajak ketemuan di masjid di dekat sini sesuai daerah tempat tinggalnya dan interview di masjid.
Nanti disuruh mencoba dulu pekerjaannya, Klo cocok boleh lanjut Klo gak cocok mundur juga gak masalah.
Tanpa ada syarat seperti usia dan ijazah karena melamar kerja di Austria untuk unskilled gak pake ijazah dan tanpa batasan usia.
Dia practicing dan dia menerima calon pekerja tanpa peduli latar belakang dan agama.
Oh ya tapi dia hanya menerima calon pekerja yang sudah tinggal dan menetap di Austria.
(sumber: fb Amy Sempor, WNI di Asutria)








Tanpa ada syarat seperti usia dan ijazah karena melamar kerja di Austria untuk unskilled gak pake ijazah dan tanpa batasan usia.
kira-kira Indonesia bisa ga ya seperti itu? karena dirasa banyak calon potensial dengan dedikasi bagus diluar sana menyingkir kemudian setelah melihat setumpuk syarat-syarat loker.