Warga Suriah Demo Kenaikan Harga BBM, Kalau di Zaman Rezim Assad Para Pendemo Sudah Ditembak, Ditangkap, atau Dihilangkan Paksa

“Warga Suriah memprotes harga bahan bakar. Baik jurnalis independen maupun media pemerintah memberitakan hal tersebut. Di bawah rezim Assad, mereka pasti sudah ditembak, ditangkap, atau dihilangkan secara paksa. Pahamilah perbedaannya. Semoga Tuhan melindungi rakyat kita di Suriah dan meringankan kesulitan mereka.” (Dr Rahmeh Aladwan)

INILAH SALAH SATU BEDANYA ERA REZIM ASSAD DENGAN AHMAD AL-SHARAA.

Aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah Suriah saat ini merupakan respons langsung terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah transisi. Kementerian Energi Suriah menaikkan harga solar hingga 40% dan bensin hingga 28% karena melonjaknya biaya impor dan pemeliharaan kilang minyak Baniyas.

Peristiwa ini menyoroti pergeseran dinamika politik dan kebebasan berpendapat di Suriah pasca-kejatuhan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024:

  • Keterbukaan Liputan Media: Berbeda dengan era kepemimpinan sebelumnya di mana demonstrasi ditindak dengan kekerasan ekstrem, penangkapan masal, atau penghilangan paksa, gelombang protes kali ini dilaporkan secara terbuka baik oleh jurnalis independen, media asing seperti Al Jazeera, maupun media resmi pemerintah melalui Kantor Berita Arab Suriah (SANA).
  • Ruang Kritik Publik: Perwakilan otoritas energi Suriah bahkan memberikan pernyataan resmi ke media yang mengakui bahwa kebijakan ini membebani masyarakat, sebuah bentuk transparansi publik yang sangat jarang ditemukan di masa lalu.

Kenaikan harga BBM memicu protes di Suriah; pemerintah sebut kenaikan bersifat sementara

Aksi protes meletus di sejumlah wilayah Suriah pada hari Minggu (13/9/2026) menyusul keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Para pengunjuk rasa memblokir jalan dan menuntut pembatalan kenaikan harga tersebut di tengah beban biaya hidup yang kian memberatkan.

Di wilayah pedesaan Aleppo, rekaman yang beredar secara daring memperlihatkan para pengunjuk rasa turun ke jalan di Azaz dan Al-Bab; mereka meneriakkan penolakan terhadap kenaikan harga dan menutup akses jalan sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut.

Para pengunjuk rasa juga memblokir jalan raya internasional M5 di dekat Maarat al-Nu’man, wilayah pedesaan selatan Idlib. Video dan gambar yang beredar daring memperlihatkan ban-ban yang dibakar di tengah jalan raya.

Aksi protes ini terjadi sehari setelah Menteri Energi Mohammed al-Bashir menyatakan bahwa “kenaikan harga diperlukan untuk menutupi selisih sementara antara biaya pengadaan produk minyak bumi dan harga jual domestik,” demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

Ia menyebutkan bahwa Suriah memproduksi sekitar 102.000 barel minyak per hari, sementara permintaan domestik mencapai sekitar 325.000 barel, sehingga pemerintah harus bergantung pada impor untuk memenuhi kekurangan pasokan tersebut.

Kementerian Energi juga menyatakan akan terus meninjau harga BBM sebagai respons terhadap perubahan pasar global, sembari berupaya meningkatkan kapasitas pengilangan dan penyimpanan untuk jangka panjang.

https://www.arabnews.jp/en/middle-east/fuel-prices-trigger-protests-in-syria-as-government-says-increase-is-temporary-3000114

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. sama2 dzolim, ga ada yg benet, standar umat harus islam, bagaimana islam mengatur sda.

    ibarat pilih neraka neraka saqar apa neraka hawiyah.
    padahal ada pilihan surga