Fenomena seperti ini makin banyak terdengar, tetapi kalah oleh omongan “itu hanya ramai di medsos saja”

Fenomena seperti ini… kondisi susah ekonomi yang dialami rakyat bawah makin banyak terdengar…

Tetapi oleh Pejabat cuma ditanggapi “itu hanya ramai di medsos saja”.

Keracunan massal… “itu hanya ramai di medsos saja”

Antri BBM berkilo-kilometer… “itu hanya ramai di medsos saja”

Harga-harga bahan kebutuhan pokok membumbung tinggi gara-gara MBG… “itu hanya ramai di medsos saja”

Di zaman sekarang, bukan hanya kebijakan yang ngawur, tapi pejabat yang gak punya kepedulian terhadap kondisi ril masyarakat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 komentar

  1. contoh2 yg dulu dimaki terwo dan termul tp sekarang disembah;
    – kodok
    – anjing
    – babi
    – monyet
    – orang hutan
    – orang gilak
    – orang t*l*l
    terwo dan termul otaknya banyak tapi adanya didengkul dan pantatnya ngoahahahaha……. ngising……. 🤓🤩🤓🤩🤓🤩🤓🤠

    1. ga paham, karena lu bela jokowi, dan lebih ga paham lagi karena sekarang lu malah bela Wowo

      gimana gw bisa faham sama orang yang nalar dan empatinya mati…, sorry, gw pengen tetep waras, ga pengen jadi kaya elu…

  2. pesawat sepi….harga barang kebutuhan sehari pasar naik..kecuali tomat dan cabe…dimn2 kena pajak….
    penguasa dan lembaga sibuk minta naik anggaran…buat penggadaan yg mengada2…petugas saat madamkan api..minta tenda..konsumsi transport dlsb keperusahaan swasta..sementara anggaran BPBN dan BPBD tak jelas hilang dimn…padahal tiap tahun anggaran ada…

  3. mana ada seekor babi wowo dan wiwo peduli dgn manusia susah dia sudah senang dari kecil jd tidak mersakan susah dan lapar itu jajanan apa
    kesenangan seekor wowo membuat lebih parah dari babi

  4. kenapa hanya ramai di medsos? ya karena saluran berita arus utama ga ada yg beritain realita kehidupan rakyat kecil, semua udah dipoles yg bgus² doang, banyak berita artificial alias palsu. ingat bowo pernah minta media utk “tidak gaduh”

  5. Sementara rakyat diperas lewat pajak dan kenaikan harga² tanpa disubsidi buat bayar gaji + tunjangan² mereka para babi & anjing serakah, fix ini sudah penjajahan oleh bangsa sendiri seperti yang diperingatkan Ir. Soekarno.