Laporan kondisi lapangan korban bencana Aceh.
Beras kini menjadi target pembelian warga…
Setelah BBM bisa dicari hingga ke Lhokseumawe atau Aceh Utara. Di Takengon hari ini dijual rata rata 35rb perliter. Kini warga Takengon mulai mencari beras ke Pesisir Aceh.
Sejumlah warga mulai mendata warga yang mau membeli beras perkarung 15 kilogram. Dengan harga sampai di Takengon Rp350 ribu.
Beras tersebut akan dibeli ke Utara Aceh. Dari Takengon naik kenderaan roda dua ke perbatasan Aceh Utara. Lalu jalan kaki dua hingga tiga jam.
Selanjutnya beras dibawa lagi jalan kaki hingga batas kenderaan diparkir. Lalu dibawa ke Takengon.
Warga mulai kuatir kehabisan beras karena bantuan pemerintah selama 15 hari terkurung baru diterima sekali. Dalam hitungan kilo.
Sebelumnya di daerah Singa Mulo, dua kepala desa disana berinisiatip membeli beras hingga 300 karung dari Banda Aceh. Beras tersebut dikirim ke Bireun. Dari Bireun dibawa dengan kenderaan roda dua.
Lokasi longsor yang tidak bisa dilewati roda dua. Kendaraannya digotong beramai ramai. Begitu seterusnya setiap titik longsor. Hingga beras sampai ke Kampung Rata Ara.
Meski dana desa belum cair, perangkat desa setempat meminjam dulu uang warga. Cara ini dianggap efektif daripada menunggu bantuan ynag tidak jelas dan jumlahnya sangat terbatas.
Menurut Pak Man, warga Rata Ara, harga beras sampai ke Kampungnya si daerah Singah Mulo. Persak 15 kilogram Rp300 ribu
Warga berinisiatif dan tidak tinggal diam karena situasi tidak menentu yang terkurung tanpa diketahui kapan jalan bisa dilalui kendaraan. Sementara anak istri harus tetap makan dan bertahan hidup.
Mereka yang punya uang bisa membeli beras dengan cara apapun. Tapi masyarakat pinggiran tanpa pekerjaan dan penghasilan akan sangat tergantung bantuan yang jumlahnya tidak memadai kebutuhan keluarga…
(dari fb Win Ruhdi Bathin)







Komentar