HEBOH… tahun 2022 sudah ada yang ‘meramal’ Hantavirus akan muncul di 2026

Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang ditularkan ke manusia melalui kotoran, urine, atau air liur tikus.

Virus ini menyebabkan penyakit serius seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.

Gejalanya mirip flu berat, muncul 1-8 minggu setelah paparan, dan berisiko tinggi menyebabkan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan wabah hantavirus langka di atas kapal pesiar MV Hondius, yang secara tragis mengakibatkan tiga kematian dan membuat beberapa orang lainnya sakit.

Meskipun hantavirus biasanya tertular melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, petugas kesehatan sedang menyelidiki kemungkinan penularan terbatas dari manusia ke manusia di antara individu yang berada dalam kontak sangat dekat, seperti pasangan suami istri.

Status Kejadian dan Korban:

  • Korban Meninggal: Tiga penumpang telah meninggal dunia.
    • Pasangan suami istri asal Belanda: Sang suami (70 tahun) meninggal di atas kapal atau setibanya di St. Helena pada 11 April. Sang istri (69 tahun) meninggal di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan, pada 26 April setelah jatuh sakit saat proses repatriasi suaminya.
    • Satu warga negara Jerman yang meninggal di atas kapal pada 2 Mei.
  • Kasus Terkonfirmasi & Suspek: Hingga 6 Mei, terdapat tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek hantavirus.
  • Kondisi Pasien Lain: Seorang pria Inggris berusia 69 tahun dalam kondisi kritis namun stabil di unit perawatan intensif di Johannesburg. Dua kru kapal (satu Inggris, satu Belanda) menunjukkan gejala akut dan telah dievakuasi untuk perawatan medis

Lokasi dan Pergerakan Kapal:

  • Posisi Saat Ini: Setelah sempat tertahan di lepas pantai Praia, Tanjung Verde (Cape Verde) karena dilarang bersandar, kapal tersebut kini sedang dalam perjalanan menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
  • Rencana Bersandar: Pemerintah Spanyol telah setuju untuk menerima kapal tersebut, kemungkinan di pelabuhan Granadilla, Tenerife atau Gran Canaria, di mana penumpang akan diperiksa, dirawat, dan akhirnya dipulangkan melalui koridor medis khusus. Namun, Presiden Kepulauan Canary menyatakan keberatannya atas keputusan ini demi keamanan warga lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *