HADITS NAJD “TANDUK SETAN”, PERBEDAAN ULAMA DIMANA LOKASI NAJD

Hadis Najd yang paling sering menjadi pembahasan adalah riwayat dalam Sahih al-Bukhari:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ berdoa:

“Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami.”

Para sahabat berkata:

“Dan pada Najd kami, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda:

“Di sana terjadi gempa-gempa dan fitnah-fitnah, dan dari sana muncul tanduk setan.”

(HR. Sahih al-Bukhari)

Riwayat inilah yang menjadi dasar perdebatan para ulama: apakah yang dimaksud “Najd” adalah wilayah Najd Arabia yang dikenal secara geografis, atau arah timur Madinah yang pada masa berikutnya mencakup Irak. Perdebatan tersebut sudah berlangsung berabad-abad dan tidak ada kesepakatan mutlak di antara seluruh ulama.

Hadis Najd termasuk salah satu hadis yang paling diperdebatkan dalam sejarah Islam. Ada dua kubu utama:

  1. Najd = wilayah Najd Arabia (Arab Saudi tengah sekarang).
  2. Najd = arah timur Madinah, terutama Irak.

Jika pertanyaannya adalah: “Apa data yang menguatkan bahwa Najd yang dimaksud adalah Najd Saudi, bukan Irak?”, maka berikut argumen yang biasa dikemukakan oleh para pendukung pendapat tersebut.

1. Secara historis, “Najd” adalah nama wilayah di Arabia Tengah

    Najd bukan sekadar arah mata angin, tetapi juga nama geografis yang sudah dikenal jauh sebelum lahirnya gerakan Wahabi.

    Para ahli geografi klasik seperti Yaqut al-Hamawi dan Ibn Khordadbeh menyebut Najd sebagai dataran tinggi di bagian tengah Jazirah Arab.

    Karena itu, ketika Nabi ﷺ menyebut “Najd”, sebagian ulama memahami bahwa beliau sedang menyebut wilayah yang memang sudah dikenal dengan nama tersebut.

    2. Nabi pernah mengirim pasukan ke “Najd”

      Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa Nabi ﷺ melakukan ekspedisi menuju Najd.

      Para pendukung pendapat ini berargumen:

      Nabi tidak pernah melakukan ekspedisi militer ke Irak.

      Namun beliau melakukan ekspedisi ke wilayah Arab tengah yang dikenal sebagai Najd.

      Karena itu mereka menyimpulkan bahwa istilah Najd dalam hadis-hadis Nabi adalah wilayah Najd Arabia, bukan Irak.

      3. Hadis miqat memisahkan Irak dan Najd

        Ini adalah salah satu argumen terkuat.

        Dalam hadis tentang miqat haji, Nabi ﷺ menetapkan:

        • Dzat ‘Irq untuk penduduk Irak.
        • Qarn al-Manazil untuk penduduk Najd.

        Artinya, Nabi membedakan secara eksplisit antara “Irak” dan “Najd”.

        Bila Najd identik dengan Irak, maka pemisahan dua miqat tersebut menjadi sulit dijelaskan.

        4. Musailamah al-Kadzdzab berasal dari Najd

          Salah satu fitnah terbesar pada masa awal Islam adalah kemunculan Musaylimah yang mengaku nabi.

          Ia berasal dari Yamamah, wilayah yang secara historis termasuk kawasan Najd Arabia.

          Pendukung pendapat ini berargumen bahwa kemunculan fitnah besar dari wilayah tersebut cocok dengan isi hadis tentang munculnya fitnah dari Najd.

          5. Gerakan Wahabi lahir dari Najd

            Sebagian ulama dari kalangan tradisional Asy’ari, Maturidi, dan ulama Al-Azhar mengaitkan hadis Najd dengan munculnya gerakan Wahabi pada abad ke-18 yang dipelopori oleh Muhammad ibn Abd al-Wahhab di wilayah Najd Arabia.

            Menurut mereka:

            • Hadis menyebut munculnya fitnah dari Najd.
            • Gerakan tersebut memang muncul dari Najd.
            • Maka hadis itu dianggap sesuai dengan realitas sejarah.

            Namun perlu dicatat bahwa ini adalah tafsir historis, bukan kesepakatan seluruh ulama.

            Kelemahan Pendapat Ini

            Walaupun memiliki argumen yang kuat, ada beberapa keberatan serius:

            1. Banyak ulama klasik menafsirkan Najd sebagai arah timur Madinah

            Misalnya:

            • Ibn Hajar al-Asqalani
            • Al-Khattabi

            Mereka menjelaskan bahwa bagi penduduk Madinah, wilayah timur yang tinggi (najd) mengarah ke Irak.

            2. Banyak fitnah besar memang muncul dari Irak

            Contohnya:

            • Pembunuhan Khalifah Utsman
            • Perang Jamal
            • Perang Shiffin
            • Kemunculan Khawarij

            Semuanya terkait kawasan Irak dan sekitarnya.

            3. Ada riwayat lain yang langsung menyebut Irak

            Beberapa riwayat menyebut kata “Irak” dalam konteks yang sangat mirip dengan hadis Najd. Karena itu sebagian ulama menganggap riwayat tersebut menjelaskan maksud hadis Najd.

            Kesimpulan

            Data yang paling kuat untuk menguatkan bahwa Najd dalam hadis adalah Najd Arabia (Arab Saudi tengah sekarang) adalah:

            1. Najd memang nama wilayah geografis yang sudah dikenal sejak zaman Nabi.
            2. Nabi melakukan ekspedisi ke Najd Arabia.
            3. Hadis miqat secara eksplisit membedakan Irak dan Najd.
            4. Musailamah al-Kadzdzab muncul dari Najd.
            5. Sebagian ulama mengaitkan hadis tersebut dengan peristiwa-peristiwa yang muncul dari Najd Arabia pada masa berikutnya.

            Namun dari sisi jumlah ulama klasik yang menafsirkan hadis, pendapat bahwa Najd menunjuk ke arah timur Madinah (yang mencakup Irak) juga memiliki dasar yang sangat kuat, terutama dalam syarah hadis karya Ibn Hajar al-Asqalani dan penjelasan Al-Khattabi. Karena itu masalah ini tetap menjadi wilayah ijtihad dan perdebatan di kalangan ulama.

            (Nurul Mufti)

            Tinggalkan Balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

            2 komentar

            1. Permintaan para sahabat:
              وفى نجدنا يا رسول الله
              sudah cukup menunjukkan bahwa Najd yg dimaksud tersebut adalah wilayah tengah Arab Saudi, tempat keluarga badawi dusun gurun Al-Saud berasal. Tanduk setan adalah keluarga ini dan paham Wahhabinya.