Busyro Muqoddas Tak Lagi Panggil Insinyur Jokowi: Nanti Saya Dikira Memperkuat Keaslian Ijazahnya, Naudzubillahimindzalik

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Kebijakan Publik, Busyro Muqoddas, mengaku kini tidak lagi menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan gelar akademik “insinyur”.

Busyro menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Roadshow Ketimpangan di Kota Makassar, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut digelar oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Menurut Busyro, saat awal masa kepemimpinan Jokowi sebagai presiden, ia masih memanggil dengan sebutan lengkap “Insinyur Joko Widodo” sebagai bentuk penghormatan.

“Dulu saya memanggil Jokowi itu, hormat pada awal-awalnya. Insinyur Joko Widodo. Sekarang tidak berani memanggil dia dengan insinyur,” ujar Busyro.

Busyro menjelaskan alasannya tidak lagi menggunakan gelar tersebut karena khawatir penyebutan “insinyur” dikaitkan dengan polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi yang tengah menjadi perbincangan publik.

Menurutnya, jika tetap menggunakan gelar tersebut, bisa saja ada pihak yang menilai dirinya ikut memperkuat klaim mengenai keaslian dokumen pendidikan Jokowi.

“Nanti saya dikira memperkuat keaslian ijazahnya. Naudzubillahimindzalik,” kata Busyro.

Karena itu, ia memilih menyebut nama Jokowi tanpa tambahan gelar akademik.

“Saya sebut nama aslinya saja,” ucapnya.

Busyro juga menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memastikan apakah ijazah Jokowi asli atau tidak.

Menurutnya, pihak yang dapat menentukan hal tersebut adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan.

“Soal proses asli atau tidaknya, tergantung Trunojoyo. Markas Besar Kepolisian, dan tentu saja tergantung presiden sebagai panglima tertinggi TNI dan Polri,” jelasnya.

Ia tidak memberikan kesimpulan mengenai keaslian dokumen pendidikan tersebut dan menyerahkan proses pembuktian kepada pihak berwenang.

Sumber: Tribun Solo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. saking nyinyirnya kadrun dan suka memelintir perkataan orang akhirnya pak Busyro memilih utk hati2 memilih kata2. parah emang kadrun kalo udah melintir2 fakta.