“ANTEK ASING”

Dari akun X @Kutekians:

Rupiah melemah 24% terhadap Ringgit Malaysia dalam 10 tahun. Lucunya, 23%-nya terjadi hanya dalam 15 bulan terakhir (masa Presiden Prabowo dengan slogannya ‘Antek Asing’ -red).

1 Ringgit:

  • Maret 2015: ~3,500 Rupiah.
  • Maret 2024: ~3,300 Rupiah.
  • Maret 2026: ~4,300 Rupiah.

Return IHSG 15 bulan terakhir:

  • Dalam Rupiah 1.8%.
  • Dalam USD -3%.
  • Dalam Ringgit -13.6%.

Orang Malaysia bisa beat IHSG 13.6% 1 tahun terakhir cukup dengan taro aset mereka di cash (Ringgit).

Apa yang berubah dalam 2 tahun terakhir?

  • Malaysia berhasil capture 2 MEGATREND sekaligus: AI supply chain dan supply chain diversification dari China.
  • Penang jadi ASEAN’s Silicon Valley.
  • AMD, Intel, AI data centers masuk.
  • FDI (investasi asing) masuk, convert ke Ringgit, demand struktural tercipta.
  • GDP akselerasi +5.2% YoY.

Ini bukan soal global. Ini soal siapa yang punya narrative reform (narasi perubahan), dan siapa yang belum.

Rupiah melemah bukan karena global.
Faktanya Rupiah melemah terhadap USD, bahkan ketika DXY melemah.

Satu selat jaraknya (Indonesia-Malaysia).
Tapi jarak narrativenya makin lebar setiap bulan.
Sampai Indonesia deliver narrative reform yang comparable, atau lebih baik, divergence ini belum ada alasan struktural untuk berbalik.

***

“Ini bener. Gua ngecek data GDP Malaysia bisa ngegas 5.2% emang karena duit FDI AI & Semikonduktor pada masuk ke sana. Sementara kita masih sibuk nyalahin ‘antk antk asg’ padahal indeks dolarnya sendiri lagi turun wkwk. We missed the megatrend train tbh.” (@jibrilhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar