Trik hidup ribet… 😅

Screenshot di atas adalah salah satu Trik hidup ribet… 😅

Padahal Imam Syafi’i pernah tidak qunut saat salat Subuh di dekat makam Imam Abu Hanifah sebagai bentuk penghormatan (adab) terhadap pendapat Imam Abu Hanifah yang tidak mensunnahkannya.

Meskipun Imam Syafi’i berpendapat bahwa Qunut Subuh adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), beliau sengaja meninggalkannya saat salat Subuh di Masjid Agung Abu Hanifah (Jami’ al-A’dzham) di Baghdad, dekat makam Imam Abu Hanifah.

Alasan Penghormatan: Ketika ditanya oleh murid-muridnya mengapa beliau tidak melakukan Qunut, Imam Syafi’i menjawab: “Bagaimana mungkin aku menyelisihi pendapatnya sementara aku berada di hadapannya (di dekat makamnya)?”.

Beliau melakukannya demi menjaga etika terhadap Imam Abu Hanifah yang menganggap Qunut Subuh tidak disyariatkan.

Hal Lain yang Dilakukan: Selain tidak berqunut, Imam Syafi’i juga diriwayatkan tidak mengeraskan bacaan Basmalah di lokasi tersebut sebagai bentuk penghormatan serupa. Beliau bahkan menginap selama 7 hari untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dan mendoakan Imam Abu Hanifah.

Sikap ini mengajarkan bahwa dalam masalah furu’iyah (cabang agama), menjaga persatuan dan saling menghargai pendapat orang lain lebih utama daripada memaksakan amalan sunnah pribadi di lingkungan yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar