Takbir Keliling dengan Sound Horeg, Bid’ah Munkarrah

✍🏻Gus Tsabit Abi Fadhil

Takbir keliling dengan sound horeg lagu DJ dan patung ogoh-ogoh yang diarak yang banyak terjadi di wilayah jawa itu bid’ah sayyiah munkaroh (bid’ah yang buruk dan munkar) yang tentu saja keluar dari kesakralan ruh takbir mursal hari raya, apalagi ikthtilat campur baur laki-laki dan prempuan yang terkadang menjadi kesempatan untuk berpegang pegangan.

Para Kiai ingin menyampaikan takut dikucilkan dari lingkungan, yang lebih mengherankan lagi kiainya ikut ikutan menjadi inisiator dan ikut meramaikan.

Takbir Hari Raya seharusnya dilakukan dengan kekhusukan, dengan getaran mahabbah dan haibah kewibawaan, dengan alunan bedug masjid yang sopan dan menawan, bukan dengan musik DJ diskotik yang menjadi tradisi perayaan setan, apalagi sampai mabuk-mabukan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Untuk membedakan antara orang yg puasanya diterima Allah Ta’ala, dan orang yg puasanya cuma dpt laper doang …
    “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy)