Pesan Tahun Baru Pemimpin Revolusi Islam, Mojtaba Khamenei

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan dalam rangka Tahun Baru kalender Iran yang juga bertepatan dengan Idulfitri, di tengah berlanjutnya agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya.

Berikut isi pesannya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Wahai Yang Membolak-balikkan hati dan pandangan,
Wahai Pengatur malam dan siang,
Wahai Yang Mengubah keadaan,
Ubahlah keadaan kami menjadi yang terbaik.

Tahun ini menjadi momen istimewa karena dua musim bertemu sekaligus: musim spiritual dan musim alam. Idulfitri dan Nowruz hadir bersamaan. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas dua perayaan besar ini, serta kepada seluruh umat Muslim di dunia.

Saya juga menyampaikan selamat atas berbagai kemenangan para pejuang Islam, sekaligus belasungkawa kepada keluarga para syuhada dari berbagai peristiwa: perang yang dipaksakan, kudeta Januari, konflik terbaru, serta para syuhada di bidang keamanan, perbatasan, dan intelijen.

Kilas Balik Tahun Lalu

Dalam setahun terakhir, rakyat Iran menghadapi tiga konflik besar.

Konflik pertama terjadi pada bulan Juni, ketika musuh Zionis dengan dukungan Amerika Serikat menyerang di tengah proses negosiasi. Serangan itu menewaskan sejumlah komandan dan ilmuwan terkemuka, serta sekitar seribu warga sipil. Musuh sempat mengira rakyat akan berbalik melawan sistem, namun justru keteguhan rakyat dan keberanian para pejuang membuat mereka gagal, hingga akhirnya mundur melalui mediasi.

Konflik kedua adalah Kudeta Januari, saat musuh memanfaatkan tekanan ekonomi untuk memicu kekacauan. Serangan ini menimbulkan korban jiwa lebih besar dan kerusakan yang luas.

Konflik ketiga adalah perang yang masih berlangsung saat ini. Pada hari pertama, bangsa ini berduka atas wafatnya pemimpin besar mereka. Sejak saat itu, satu per satu para syuhada gugur—dari pelajar, tentara, hingga warga biasa—membentuk “kafilah cahaya” yang dikenang bangsa.

Namun musuh kembali salah perhitungan. Mereka mengira dengan menghilangkan tokoh penting, rakyat akan gentar. Yang terjadi justru sebaliknya: rakyat bersatu, membangun pertahanan luas di seluruh negeri, dan memberikan pukulan yang membingungkan pihak lawan.

Persatuan Nasional Jadi Kunci

Rakyat Iran juga menunjukkan kekuatan mereka dalam berbagai momentum penting, termasuk peringatan revolusi dan Hari Quds. Ini menegaskan bahwa kekuatan Iran bukan hanya pada militer, tetapi juga pada solidaritas rakyatnya.

Persatuan yang melampaui perbedaan agama, budaya, dan politik menjadi kekuatan utama yang melemahkan musuh. Ini adalah nikmat besar yang harus dijaga dan disyukuri—baik dalam ucapan maupun tindakan nyata.

Memasuki Tahun Baru 1405

Di ambang tahun baru, bangsa ini juga berpisah dengan Ramadan—bulan penuh keberkahan yang mempererat hubungan spiritual dengan Tuhan. Harapannya, segala doa dan amal di bulan tersebut diterima dan membawa kebaikan.

Nowruz sebagai simbol pembaruan juga datang dengan nuansa berbeda, karena tahun ini banyak tokoh dan syuhada yang telah tiada. Namun di tengah duka, kehidupan tetap berjalan—termasuk kebahagiaan pasangan muda yang memulai hidup baru.

Masyarakat dianjurkan tetap menjaga tradisi silaturahmi, sembari menghormati keluarga para syuhada.

Pesan Penting untuk Rakyat dan Media

Pemimpin Iran menyoroti pentingnya peran masyarakat dan media. Ia mengapresiasi mereka yang tetap aktif membantu sesama, termasuk yang memberikan layanan gratis kepada masyarakat.

Namun ia juga mengingatkan tentang perang media yang dilakukan musuh, yang bertujuan memecah persatuan. Media dalam negeri diminta tidak memperbesar kelemahan internal agar tidak dimanfaatkan pihak luar.

Fokus pada Ekonomi

Kelemahan ekonomi disebut sebagai salah satu celah yang sering dimanfaatkan musuh. Karena itu, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan ekonomi harus menjadi prioritas utama.

Ia bahkan menekankan pentingnya mendengar langsung suara rakyat. Dari berbagai interaksi tersebut, telah disusun langkah-langkah solusi yang segera akan dijalankan.

Sebagai arah utama tahun ini, ia menetapkan slogan:

“Ekonomi Perlawanan dalam Bingkai Persatuan dan Keamanan Nasional.”

Hubungan dengan Negara Tetangga

Iran menegaskan pentingnya hubungan baik dengan negara-negara tetangga, terutama sesama negara Muslim. Faktor agama, budaya, dan kepentingan bersama menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama.

Ia juga secara khusus mendorong hubungan yang lebih baik antara Afghanistan dan Pakistan.

Selain itu, ia menegaskan bahwa serangan terhadap Turki dan Oman bukan dilakukan oleh Iran, melainkan upaya “false flag” untuk memecah hubungan kawasan.

Penutup

Ia berharap tahun baru ini membawa kemenangan, ketenangan, dan kesejahteraan bagi Iran, negara-negara tetangga, serta umat Muslim secara luas—dan sebaliknya menjadi tahun yang sulit bagi musuh-musuh kemanusiaan.

Pesan ditutup dengan kutipan Al-Qur’an tentang kemenangan kaum tertindas, serta doa agar rahmat dan keberkahan Tuhan senantiasa menyertai semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *